Sebagai penggagas Komunitas Rumah Belajar Pejuang Mimpi , Rizky Fardhandi Umam semakin mendalami lingkungan pondok pesantren. Mahasiswa Akademi Komunitas Semen Indonesia ini tergerak atas dasar hati nurani untuk memberikan pembelajaran non formal kepada para siswa di pondok pesantren.

“Jadi ingin membantu siswa atau adik-adik di ponpes dari segi pengembangan sumber daya manusianya,” papar dia.

Ia bersama para relawan bertujuan membantu anak di ponpes dalam belajar dan mengembangkan prestasi. Melalui kegiatan sosial ini, Ardhan bukan sekedar menjadi pendamping belajar tapi mengarahkan hobby dan passion anak-anak untuk berprestasi.

“Kami ingin memotivasi anak-anak ponpes untuk lebih percaya diri mengembangkan kemampuan dan memberikan wadah atas bakatnya,” lanjut dia.

Untuk yang SMP dan SMA/SMK di ponpes, Ardhan  membantu dengan lebih fokus ke materi umum Bahasa Inggris, penerapan Bahasa Indonesia dan komputer. Ardhan berharap anak ponpes memiliki bekal ke depannya. Sekarang, kemampuan tersebut sangat diinginkan. “Selalu ada keinginan untuk berbagi, karena membantu tidak hanya soal materi,” kata dia.

Saat ini, ia  berusaha melakukan kegiatan sosial. Salah satunya, aktif di dunia pendidikan dengan melibatkan diri dalam pendidikan non formal.

“Jadi pengajar dan donaturnyapun dari berbagai kalangan. Yang terpenting, selalu saya sempatkan  untuk melakukan evaluasi dan persiapan mengajar  sebelum  turun  ke ponpes,” imbuh dia. (est/han)

(sb/est/ris/JPR)