Lima tahun terakhir ini, ingatannya hilang atau  sudah berangsur memudar digerogoti usia yang semakin lanjut.

“Setelah itu mulai dari lima tahun lalu, ingatan mulai berkurang. Jadi, tidak ingat  lagi. Mungkin memori dulu yang muncul,” ujar I Gusti Ngurah Agung Danil Yuda, salah seorang cucu Desak Putu Kari.

Sebelum jatuh sakit, beberapa bulan lalu, Gung Danil mengatakan bahwa Panglima Kodam IX/ Udayana, Mayor Jenderal TNI Komaruddin Simanjuntak datang ke rumah saat ultah Kodam.

Gung Danil mengungkapkan reaksi yang muncul ketika melihat Komaruddin, Putu Kari berteriak ketakutan dan mengucapkan kalimat.

“Jangan tangkap saya. Jangan tangkap saya,” kata Gung Danil – sapaan akrabnya seperti yang diucapkan Putu Kari.

Sejauh ini, di mata anak-anaknya, almarhumah  dikenal sebagai sosok yang selalu menanamkan pantang menyerah, disiplin.

Itu adalah doktrin yang dia selalu tanamkan ke anak dan cucunya, “Kita jangan pernah menyerah. Jangankan kalah, seri pun jangan mau,” ucap Gung Danil menirukan sang nenek.

Tidak hanya  itu, pesan Putu Kari yang pernah disampaikan ke Gung Danil, sebelum I Gusti Ngurah Rai meninggal,  Putu Kari sempat dijanjikan akan diberi satu bintang. 

Sebab, pada saat Indonesia merdeka, I Gusti Ngurah Rai akan meraih dua bintang sebagai tanda jasa. Tapi perjalanan hidupnya ternyata lain.

Sosok  yang sempat berpangkat  militer letnan kolonel ini harus gugur pada 20 November 1946. 

(rb/feb/mus/mus/JPR)

Source link