Munari diketahui tewas dengan kondisi mengeaskan sesaat setelah bus PO Subur Jaya nopol  K 1627 GD yang dikernetinya itu menyeruduk truk tronton nopol L 8288 UB. Sementara tiga penumpang bus lainyya dilaporkan terlempar keluar.

’’Saya di belakang sopir, sempat dengar kernet bilang awas,’’ tutur Sandika, salah seorang korban, saat ditemui Radar Madiun di UGD RSUD Caruban.

Sejurus setelah kernet bilang awas, terjadi benturan keras. Dia langsung terlempar ke depan. Tulang iganya patah. ’’Mengerikan, semua teriak dan panik, kernet langsung tewas masih di dalam bus,’’ ujar Sandika.

Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin menerangkan jika kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan sama-sama melaju dari arah timur. Keduanya melaju kencang.

Tiba-tiba bus oleng ke arah kiri dan menabrak truk yang hendak didahuluinya. Bagian depan samping kiri bus berbenturan keras dengan truk sebelah kanan belakang.

’’Titik benturan tepat pada kernet. Mengakibatkan dia meninggal dunia di tempat,’’ ungkap Rukimin.

Selain menewaskan Munari, kecelakaan di jalan tol juga menyebabkan korban luka. Sedikitnya dua orang guru, tiga murid, dan seorang karyawan biro travel mengalami luka serius.

’’Semua korban dibawa ke RSUD Caruban,’’ lanjut Rukimin.

Saking kerasnya hantaman, dua kendaraan tidak luput dari kerusakan. Kepala bus bagian depan samping kiri sampai terlepas hancur. Kaca depan bus pecah berhamburan.

Sementara kondisi truk di bagian belakang kanan ringsek dan terbuka hingga separo lebih. Tak urung, minyak goreng kemasan yang diangkut truk tersebut pecah berhamburan menggenangi badan jalan tol.

’’Kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah kami amankan sebagai barang bukti. Kedua sopir kami periksa untuk proses lebih lanjut,’’ ujar Rukimin.

(mn/jpr/sib/sib/JPR)