Hal ini dapat dijumpai di pantai Tegalsambi dan Telukawur. Jarak bangunan dengan titik pasang air laut tertinggi sekitar 15 meter. Bahkan pemiliki bangunan memasang tanda tertentu di area pantai. Isinya warga tak boleh seenaknya melintas atau beraktivitas di kawasan pesisir di depan bangunan. Dengan adanya bangunan yang dekat bibir pantai tersebut tentu mengurangi akses masyarakat ke kawasan publik. Keberadaannya juga berpotensi memicu munculnya titik abrasi baru di kawasan sekitar.

Kabid Tata Ruang pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Setyanto mengakui saat ini banyak bangunan yang berdiri di sempadan pantai. Hanya saja, sebagian bangunan-bangunan itu sudah ada sebelum berlakunya Perda Kabupaten Jepara No 2 tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Jepara Tahun 2011 – 2031. Sehingga bangunan tersebut tak bisa dikenakan aturan baru tersebut. 

Meski begitu, pemilik atau pengelola bangunan tetap diwajibkan mengikuti aturan baru jika mengubah atau menambah bangunan tersebut. Ketentuan itu tidak hanya berlaku jika pemilik melakukan pengembangan untuk bangunan utama, tapi juga bangunan penunjang. “Itu seperti gazebo dan sejenisnya yang sifatnya nonpremanen. Harus dipastikan pula fasilitas penunjang tidak boleh menutup pantai,” tandasnya.

Sejumlah papan peringatan tentang larangan pembangunan di sepanjang garis sempadan pantai dan sungai telah terpasang. Pemasangan papan peringatan itu mulai dari Kecamatan Kedung sampai Kecamatan Donorojo. Pemasangan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa kegiatan pembangunan yang dilakukan di kawasan tersebut merupakan tindakan yang tidak diperbolehkan. Karena sempadan pantai maupun sempadan sungai merupakan kawasan lindung sebagaimana yang tertuang dalam perda.

Tahun lalu telah dipasang papan 25 papan peringatan.Terdiri dari sepuluh papan peringatan di sempadan pantai. Sedangkan 15 papan untuk sempadan sungai. Tahun ini telah di pasang papan peringatan sebanyak 12  papan. Papan tersebut berukuran. “Lokasi pemasangan dipilih pada titik yang dijadikan tempat berkumpulnya orang banyak,” terangnya. (war)

(ks/zen/top/JPR)