Penegasan tersebut dikemukakan pada dialog interaktif bertema ancaman bahaya narkoba bagi generasi penerus bangsa, Senin (29/1/2018). Program On Air tersebut sebagai kerja sama antara Gerakan Nasional Antinarkoba (Ganas Annar) MUI Jateng dengan RRI Semarang. Selain Sekda, narasumber lainnya Ketum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi, Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Prof Dr Ir Edi Noersasongko M Kom  an Kepala Dinas P dan K Jateng, Drs Gatot Bambang Hastowo MPd.

Sri Puryono menegaskan, secara prevalensi Jateng beruntung belum termasuk provinsi darurat narkoba, sebagaimana angka nasional yang sudah menembus darurat narkoba. Angka prevalensi pengguna narkoba masih 1,96 persen. Bila tembus 2 persen baru masuk kategori darurat narkoba.

Meski begitu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat deklarasi antinarkoba yang digelar MUI Jateng, 27 Oktober 2016, menyatakan Jateng dianggap masuk darurat narkoba meski belum menembus 2 persen, agar semua elemen masyarakat memosisikan tiada hari tanpa melawan narkoba. “Jadi, untuk bersama memerangi narkoba kita tak perlu menunggu hingga menembus 2 persen,” tegasnya.

Ketum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji menegaskan, MUI Jateng punya kepentingan untuk mencari duta muda antinarkoba. Maka dalam audisi ini, peserta dibidik yang berusia 16-20 tahun untuk direkrut dan difungsikan merangkul kaum muda agar menjauhi narkoba.

Rektor Udinus Prof Dr Ir Edi Noersasongko M.Kom menegaskan, kampus Udinus sebagai pelopor kampus bebas narkoba. Di Kampus ini, tak ada yang merokok dan tak ada kegiatan di atas pukul 23.00. Pada waktu tertentu bekerja sama dengan BNNP Jateng untuk mengecek urin segenap civitas akademika secara sampel. “Menjadikan kampus bebas narkoba bukan hal mudah, awalnya banyak tantangan dan rintingan. Tapi Alhamdulillah kini hasilnya penggunaan narkoba di kampus Udinus 0 persen,” jelasnya.

Kepala Dinas P dan K Jateng Drs Gatot Bambang Hastowo MPd menegaskan, instansinya mendukung audisi tersebut. Sehingga kalangan pelajar di Jateng dikerahkan untuk mengikuti audisi Duta Muda Antinarkoba. Bahkan, pihaknya juga membuat kebijakan, masuk SLTA harus melalui test urine narkoba. 

(sm/ida/ida/JPR)