“Meskipun sudah buka pendaftaran dulu, namun yang daftar sedikit,” kata Saiful Bahri, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP swasta. Menurut dia, SMP swasta tidak menerapkan sistem zonasi yang dilakukan di sekolah negeri, karena tidak terkena imbas zonasi. 

Selain itu, swasta memiliki mekanisme pendaftaran sendiri karena peminat yang terbatas. Setiap tahun, mereka membuka pendaftaran terlebih dahulu agar calon siswa bisa lebih banyak. Meskipun harus tetap menunggu kelulusan pengumuman sekolah negeri.

“Kecuali sekolah swasta yang sudah maju, seperti SMP Nuris atau SMP Darussolah,” ucapnya. Sekolah swasta yang memiliki produk unggulan sudah memenuhi kuota. Bahkan, yang mendaftar di sana tidak hanya di dalam kota, namun juga luar kota. 

Di Jember, kata Saiful, ada 232 SMP swasta yang tersebar di seluruh kecamatan. Tak semua sekolah itu memiliki produk yang unggul. Sehingga, tetap mengharapkan limpahan siswa yang tidak lulus dari sekolah negeri. 

Sampai sekarang, lanjut dia, peminat sekolah swasta masih sepi. Meskipun sudah mencoba melakukan promosi. Namun, memang belum memiliki daya tarik yang cukup tinggi. “Sekolah yang tidak punya basis tetap sepi,” ujarnya. 

Misal sekolah berbasis pesantren, mereka memiliki pendaftar yang jelas dari berbagai daerah. Atau sekolah Kristen yang juga memiliki basis peserta tersendiri. Berbeda dengan sekolah swasta biasa. 

Dia menambahkan, wali murid belum bisa memutuskan untuk mendaftarkan putra-putrinya ke sekolah swasta sebelum ada pengumuman dari sekolah negeri. Selain itu, jumlah peserta didik swasta cenderung mengalami penurunan. “Kendalanya sekarang, pemerataan sekolah swasta dan negeri tidak sama,” ungkapnya. 

Mulai dari sarana dan prasarana, serta jumlah guru yang mengajar dan nilai ujian. Bahkan, swasta juga terpengaruh dengan sekolah gratis. Ia tidak bisa bersaing karena banyak masyarakat yang memilih mendaftar di negeri, apalagi gratis.

“Kegiatan operasional swasta tidak cukup kalau gratis, beda dengan negeri yang gajinya didukung pemerintah,” terangnya. Untuk itu, swasta berupaya terus memperbaiki diri dengan kendala yang sedang dihadapi.

(jr/gus/hdi/das/JPR)

Source link