Membeli buku Serat Kiai Sutara sangat recomented bagi jiwa yang dahaga dan haus akan ilmu pengetahuan serta ketenangan lahir batin yang menentramkan. Apalah arti sebuah ilmu atau apapun itu jika tak menenangkan dan membahagiakan seseorang lahir batin.

Buku tebal Serat Kiai Sutara ini kini telah hadir dan terbit dalam rangka mengobati kehausan lahir batin manusia yang akhir-akhir ini logika berfikirnya ataupun kajian sekaligus pilihan hidupnya dipengaruhi bukan oleh murni kefitrahan manusia itu sendiri.

Serat Kiai Sutara karya tulis Taufiq Wr Hidayat ini seakan mengajak kepada pembacanya untuk menikmati kenyamanannya menjadi manusia itu sendiri, termasuk betapa nyamannya berhumor dan bersenda gurau dengan dialek lokal yang merupakan anugerah Tuhan yang tidak ada di daerah manapun. Dan Taufiq Wr Hidayat menjaga anugerah Tuhan itu dengan salah satunya melalui buku tebal 600an halaman karya sastrawan dan budayawan Banyuwangi tercinta kita ini.

Yang mau berendah hati bacalah buku ini. Yang mau: “Sebentar dulu, mari kita lihat kembali persoalannya dengan mengambil jarak selangkah dan tarik nafas panjang agar lebih jernih dan tak keburu sebelum menyimpulkan kehinaan dan kebencian yang ternyata cinta dan kasih sayang sosial yang begitu tulus dan mendalam, yang ternyata sangat memikirkan nasib orang kelaparan serta kesukaran derita hidup oleh penganiayaan orang atas orang lain,” maka bacalah dan kajilah Serat Kiai Sutara ini.

Taufiq Wr Hidayat sangat apik menggambarkan senyum dan kecintaan Kiai Sutara kepada seluruh ragam sesama manusia, terutama wong cilik dan kaum alit. Terutama bagi mereka yang masih tertatih-tatih dan harus pelan-pelan, dalam mempelajari dan mengkaji kembali nilai-nilai agama dengan penuh santun dan nuansa kasih sayang kultural.

Sangat indah mempelajari agama pelan-pelan ditengah malam dituntun oleh Serat Kiai Sutara ini. Apa yang gelap menjadi tercerahkan dan plong. Keangkuhan ditertawakan dan diguyu karena saking sangat konyolnya dan bodohnya.

Sikap praktik nyata saling tolong menolong dan bekerja sama sangat begitu dikedepankan melalui Serat Kiai Sutara yang menebarkan kerukunan dan harus bisa ngerukuni dalam realitas pergaulan sosial kita sehari-hari. Dalam khasanah Jawa kita mengenal “ngono yo ngono ning ojo ngono”. Dan Kiai Sutara menaburkan kearifan-kearifan dalam memandang persoalan dan perbedaan dengan penuh kemudahan dan tak mengernyitkan dahi. Justru malah dengan ketawa kepingkal-pingkal.

Sepertinya kita tak perlu berlama-lama dalam ber-Selamat Datang atas hadirnya buku terbaru karya inspiratif Taufiq Wr Hidayat ini. Segera baca dan tuntaskan karya terbaru Taufiq Wr Hidayat dengan nawaitu berniat ingsun bismillah sebagai wujud pengamalan wahyu pertama: iqro’ bismi Robbikalladzi kholaq. Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptakan segalanya.

Source link