Hamiduddin, 22, langsung terdiam setelah polisi menemukan sabu-sabu (SS) di dalam kamarnya. Sebelumnya, pemuda yang ngekos di Jalan Teluk Nibung 2 Surabaya tersebut sempat mengusir polisi yang menggerebeknya. Padahal, sebelum menggerebek, polisi sudah mengintai pelaku saat transaksi SS di Jalan Kunti.

Yuan Abdi-Wartawan Radar Surabaya

Penangkapan Hamiduddin di tempat kosnya di Jalan Teluk Nibung 2 pada Selasa (19/20). Dia digerebek di tempat kosnya di Jalan Teluk Nibung 2. Sebelumnya, polisi mengintai Hamiduddin  yang saat  melakukan transaksi di Jalan Kunti. Namun saat dilakukan penggerebekan, Haminuddin berpura-pura tidur dan mengelak semua tuduhan polisi terkait kepemilikan SS tersebut.
Berkali-kali Haminuddin mengelak dari tuduhan polisi. Bahkan dia sempat meminta polisi keluar dari kosnya. Namun, tak berlangsung lama, setelah melakukan penggeledahan, polisi menemukan SS seberat 0,41 gram di tumpukan baju kotor. Baju tersebut diletakakn di sebuah ember di dalam kamar mandi. 
“Kemungkinan, SS memang sengaja diletakkan di sana untuk mengelabuhi kami,” ungkap Kapolsek Tambaksari, Kompol Prayitno, Rabu (20/12).
Prayit menjelaskan setelah menemukan SS tersebut, Haminuddin tak bisa mengelak. Ia mengakui jika SS tersebut adalah miliknya yang dibeli seharga Rp 150 ribu dari seorang pengedar yang biasa dipanggil cakyang kini buron.  Rencannya, SS tersebut akan dipakai bersama teman Haminuddin di kos-kosan.
“Saat ini, kami masih melakukan pengejaran terhadap pengedar yang disebutkan oleh tersangka,” terangnya.
Haminuddin mengaku sudah tiga kali membeli SS tersebut. Lantaran tak memiliki pekerjaaan, dia membelinya dengan uang hasil ia mengamen. Butuh beberapa minggu untuk Haminuddin bisa membeli SS tersebut. “Saya sisihkan sedikit hasil ngamen. Setelah cukup, saya baru menghubungi Cak,” terangnya.
Dia mengaku mengkonsumsi SS lantaran sudah ketagihan  dan karena stres. Sebab ia tak memiliki pekerjaan tetap seperti teman-teman seangkatannya. (*/no)