JOMBANG – Lesbian gay, biseks dan transgender (LGBT) merupakan penyimpangan yang mesti disembuhkan. ’’Kasihan kalau mereka justru dilegitimasi pakai dalil Alquran yang ditafsirkan semaunya sendiri,’’ kata pakar tafsir Alquran Pesantren Tebuireng, Dr KH Mustain Syafiie Alhafid saat seminar Aswaja Center PCNU Jombang di Hall Gus Dur RSNU, Sabtu (20/1).

Gairi ulil irbati dalam QS Annur 31, katanya, bukanlah pria yang senang kepada pria. Melainkan pria yang tidak punya hasrat kepada wanita karena sudah tua atau impoten. ’’Karena LGBT itu bentuk penyimpangan, ruqyah bisa dipakai sebagai salah satu metode penyembuhan,’’ tuturnya lantas mengisahkan sahabat Nabi yang sempat dihadang jin hitam legam kala hendak menghancurkan berhala di sekitar Kakbah.

Aktivis ruqyah Aswaja, Ahmad Marzuqi Abdau, yang kala itu hadir, sempat menyampaikan pengalamannya menyembuhkan gay dengan ruqyah.

Katib Syuriah PCNU, Kiai Syamsul Rijal, meminta semua kalangan hati-hati menyikapi isu LGBT karena ditengarai didesain guna menghancurkan institusi keluarga. ’’Seminar ini merupakan penegasan, secara organisatoris, NU tidak mendukung isu LGBT,’’ kata Dr KH Afifudin Dimyati Alhafid, ketua Aswaja Center PCNU Jombang, yang sedang menulis buku keindahan balagoh ayat-ayat Alquran, mulai Fatihah hingga Annas.

RSNU mendukung penuh penyelenggaraan seminar tersebut. ’’PCNU mau mengadakan kegiatan apapun disini silahkan. Yang penting sesuai dengan standar akreditasi. Karena RSNU sudah lulus akreditasi,’’ kata Manajer Penunjang Medis, Andi Nawawi.

Pengurus maupun warga NU yang berobat di RSNU mendapat potongan biaya kamar sepuluh persen. Selain pagi hari, sejumlah poli di RSNU juga buka di malam hari. Seperti jantung, kandungan dan mata yang seluruhnya ditangani dokter spesialis.

(jo/bin/bin/JPR)

Source link