Diduga Kasno sempat selamatkan diri. Identifikasi awal dari kepolisian menyatakan bahwa kecelakaan pada Minggu siang itu murni kecelakaan karena pengemudi tidak waspada saat menuruni bukit.

Karena memang pada bukit setinggi 20 meter tersebut kondisi jalan utamanya memiliki kemiringan 40 derajat. Sementara keadaan tanah pada jalan juga lembek. Hal ini yang disinyalir alat berat yang hendak turun itu tidak bisa melaju dengan sempurna.

Di sisi lain, saat ditanya apakah korban yang saat itu tewas seketika di lokasi kejadian sempat menyelamatkan diri? Kapolsek Tarokan AKP Sukarman menyampaikan bahwa dari barang bukti yang ditemukan dan kondisi badan korban berada di luar ruang kemudi.

Disinyalir saat buldoser jatuh, korban sempat berusaha menyelamatkan diri. Hal ini terkait adanya beberapa kunci engkol yang berada di sebelah korban. Kunci engkol tersebut diduga digunakan korban untuk memecah kaca ruang kemudi, kemudian korban berusaha keluar.

“Kami menemukan barang bukti beberapa kunci engkol yang ada di sekitar korban, selain itu kondisi kaca ruang kemudi juga pecah dan korban berada di luar,” terangnya. Hal ini bisa dimungkinkan ketika buldoser jatuh, korban masih berusaha menyelamatkan diri.

Memang terlihat kaca ruang kemudi pecah dan korban berada diluar. Namun nahas, posisi korban yang saat itu dalam bahaya tidak bisa terselamatkan. Posisi kepala korban yang tertancap di tanah mengakibatkan Kasno meninggal seketika. Memang selain galian tanah, di lokasi kejadian juga tampak pecahan batuan yang berserakan. Banyak pula dijumpai batuan dengan bentuk runcing dan tajam.

Untuk diketahui, Kasno meninggal usai alat berat yang dikemudikanya jatuh dari tebing 20 meter. Saat itu ia hendak istirahat siang dan membawa alat beratnya turun dari tambang bagian atas.

Sementara dari hasil visum, dipastikan tidak ditemukan unsur penganiayaan. Kasno tewas murni karena kecelakaan. Terkait dengan penyebab kecelakaan tersebut, saat ini masih ditindaklanjuti oleh tim indentifikasi Polres Kediri Kota. Barang bukti berupa buldoser yang dikemudikan korban saat ini masih berada di TKP dan diberi garis polisi.

(rk/*/die/JPR)

Source link