Penemuan mayat itu terjadi sekitar pukul 17.00. Mayat itu ditemukan pertama kalinya oleh pencari burung, yang tak lain warga sekitar. Posisi mayat saat itu tertelungkup. Tubuhnya masih mengenakan kemeja dan celana pendek warna hitam.

Semula pencari burung tak mengetahui jika itu adalah mayat. Namun lantaran bau, pencari burung tersebut akhirnya melapor ke perangkat desa dan polisi, yang tak lama berselang tiba di lokasi kejadian.

Setelah dicek dari dekat oleh petugas polsek, ternyata itu memang mayat. Warga pun dengan mudah mengetahui identitasnya. Yakni Rahmad, 80, warga Dusun Kemirahan, Desa Tejowangi, Kecamatan Purwosari.

“Keterangan keluarga korban, selama ini korban sekitar seminggu tak pulang. Korban sudah pikun. Kematiannya diduga kuat jatuh terpeleset saat berada di sungai,” kata Kapolsek Purwosari AKP I Made Suardana.

Sekitar pukul 18.15, jenazah korban berhasil dievakuasi dan dimasukkan ke mobil ambulans Puskesmas Purwosari. Selanjutnya dibawa ke kamar mayat RSUD Bangil untuk divisum.

Kapolsek mengatakan jika melihat jasad korban, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuhnya. “Kematiannya diduga sudah berlangsung sekitar empat hari atau lebih,” imbuhnya.

Sesaat setelah terdengar kabar ada penemuan mayat tersebut, di TKP banyak kerumunan warga berdatangan. Warga penasaran untuk melihat.

“Pihak keluarga sudah menerima kematian korban. Kami pastikan korban tewas karena terpeleset atau jatuh saat disungai. Sebaliknya bukan karena pembunuhan atau lainnya,” tegas kapolsek. 

(br/fun/zal/fun/JPR)

Source link