Wakil Ketua Badan Pengawas Perumahan LC, Sunardi mengungkapkan, Koperasi Makmur Sejahtera mestinya sudah menyelenggarakan Rapat Akhir Tahunan (RAT) pada pertengahan tahun 2017. Namun, pihak koperasi tidak kunjung merespon tuntutan warga pemukiman nelayan itu. 

Bahkan hampir setahun terakhir ini, pengurus koperasi termasuk ketuanya lepas komunikasi dengan para penghuni perumahan nelayan. ”Padahal, penghuni inilah yang jadi anggota Koperasi Makmur Sejahtera. Pengurusnya tidak ada yang pernah ke sini. Mereka lepas tanggung jawab,” ujarnya. 

Sunardi menambahkan, keharusan adanya kepengurusan baru dalam Koperasi Makmur Sejahtera sifatnya mendesak. Mengingat, sudah sekian lama proyek pembangunan perumahan LC tersebut terbengkalai. Dan konon, yang menyebabkan proyek itu terbengkalai lantaran pengurus koperasi yang terindikasi curang. 

Akibat hilangnya pengurus koperasi, yang terjadi sekarang adalah pembangunan sepihak oleh sejumlah masyarakat nelayan. Mereka membangun sendiri lantas menempati rumah-rumah setengah jadi yang kosong. 

Sunardi mengatakan, apa yang dilakukan para warga pesisir itu menjadi solusi yang paling masuk akal di tengah kondisi saat ini. Bagaimana tidak, ketimbang dibiarkan mangkrak dan perumahan bermasalah, lebih baik ditempati saja oleh warga agar terawat. ”Mereka menempati dengan gratis. Lha wong istilahnya sekarang perumahan LC ini sudah tidak bertuan,” pungkasnya.

(jr/was/hdi/das/JPR)

Source link