Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek di lokasi, lonjakan penumpang  berkisar 25 persen dibanding libur akhir pekan seperti biasanya. Itu terlihat setiap kali bus, khususnya antarkota dalam provinsi (AKDP), yang langsung dipenuhi penumpang saat berhenti.

Karena itulah, bus berangkat lebih cepat sekitar 10 hingga 15 menit. “Jika pada libur akhir pekan biasanya kami menunggu penumpang rata-rata 30 menit. Untuk hari ini (kemarin, Red) belum ada 15 menit sudah berangkat,” ungkap Subagyo, salah seorang penyedia jasa angkutan AKDP Trenggalek-Surabaya.

Dia melanjutkan, kebanyakan penumpang merupakan pegawai, pekerja swasta, maupun pelajar. Mereka diperbolehkan mengambil cuti Lebaran lebih panjang dibanding pegawai pada umumnya.

Selain itu, belum berakhirnya masa libur sekolah yang baru memasuki tahun ajaran baru pada awal Juli mendatang. Para penumpang rata-rata menumpang bus tujuan Surabaya dan sekitarnya.

Diprediksi, penumpang bakal kembali ramai pada Minggu (30/6) mendatang.

“Rata-rata bus dari sini ke Surabaya membawa 50 penumpang. Mungkin ini akan terus terjadi pada dini hari nanti sekitar pukul 01.00 (hari ini 25/6, Red). Sebab, masyarakat di sini suka waktu yang mepet. Yaitu setelah sampai tujuan langsung bekerja, ” ujar Subagyo.

Hal senada diungkapkan penyedia jasa angkutan Trenggalek-Ponorogo, Katiran. Dia mengaku, kendati tidak sebanyak penumpang dengan tujuan Surabaya, terjadi peningkatan penumpang ke Ponorogo.

Buktinya, kini hanya sekitar 30 menit, bus sudah terisi cukup banyak penumpang. Pada hari biasa bisa sampai satu jam. Selain itu, setiap pemberangkatan selalu diisi penumpang dengan jumlah rata-rata 20 penumpang. Ini membawa berkah tersendiri bagi penyedia jasa angkutan.

“Biasanya setelah menunggu satu jam, baru ada lima penumpang untuk diberangkatan. Kini tidak ada satu jam sudah ada belasan penumpang. Semoga saja besok (hari ini, Red) meski ada penurunan, jumlahnya tak signifikan,” harapnya.

Sunarji, seorang pegawai Terminal Surodakan mengatakan, kendati jumlah penumpang tidak seramai seperti libur hari Raya Idul Fitri tahun lalu, tetap ada lonjakan. Ini terlihat dari keberangkanan setiap armada yang semakin cepat, hingga banyaknya penumpang yang menunggu di area terminal.

“Semoga saja penambahan ini terjadi setiap kali ada liburan termasuk akhir pekan. Itu agar para penyedia jasa mendapatkan keuntungan,” jelasnya. (jaz/ed/wen/and)

(rt/lai/ang/JPR)