Dinas tersebut memamerkan inovasi yang sudah berjalan. Yakni, implementasi sistem pengelolaan keuangan desa dengan cara aplikasi sistem keuangan desa (siskeudes) online.

Kepala Dinas PMD Adi Sadhono menjelaskan, aplikasi tersebut diciptakan untuk mempermudah desa-desa menyusun laporan keuangan. Pihaknya juga mudah untuk melakukan pengawasan.

(DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

”Sekarang ini wajib mempermudah pelayanan, termasuk di desa. Kami memanfaatkan internet yang mulai merambah masuk desa dan bekerjasama dengan Dinas Kominfo yang mengampu server Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK),” jelasnya.

Adi mengaku, desa di Kudus berjumlah 123 desa dan beberapa belum ada jaringan internet. Solusinya, meminjam desa sebelah untuk memasukkan data laporan keuangan dengan cara online.

Selain siskeudes, Dinas PMD juga membuat website yang isinya tentang informasi masing-masing desa. Adi menerangkan, rencananya masing-masing desa ada monitor khusus yang didalamnya bisa digunakan untuk pelayanan umum.

Dia menyebutnya Jaringan Informasi dan Pelayanan Administrasi Terpadu Desa (Jari Pantes). Nantinya, permintaan surat keterangan yang biasanya ditulis manual, ke depan pengisian blangko lewat Jari Pantes, dan tinggal diprint untuk dimintakan tanda tangan.

”Jadi simpel. Rencananya tetap ada petugas yang membantu mengisikan pada web sesuai kebutuhannya. Memang belum bisa secara keseluruhan, akan ada desa percontohan yang kami anggap sudah mampu. Tunggu tahun depan,” tandasnya.

Pemkab Kudus, terutama Bupati Musthofa menginginkan organisasi perangkat daerah (OPD) berinovasi. Memanfaatkan teknologi dan internet yang sekarang ini sudah tidak asing di tengah masyrakat. Selain itu, memberikan pelayanan yang cepat dan transparan.

(ks/san/lil/don/top/JPR)