Adapun PPDB di SMPN 2 Kuta Utara terdiri dari beberapa jalur. Pertama adalah Jalur Zonasi yang di dalamnya terdapat jalur lingkungan lokal; jalur prestasi; jalur keluarga miskin, inklusi dan kesetaraan;  dan jalur ranking berdasarkan SKHUSBN. Sementara jalur di luar zonasi terdiri dari jalur prestasi luar zona terdekat, jalur alasan khusus (orang tua pindah tugas kedinasan).

Sementara itu, kuota siswa baru yang diterima di SMPN 2 Kuta Utara terbatas 504 orang siswa. Rinciannya, jalur lingkungan lokal 50 persen, yakni 252 orang siswa,  jalur prestasi 15 persen atau 76 orang siswa, jalur keluarga miskin, inklusi dan kesetaraan 15 persen atau  76 orang siswa, sedangkan jalur ranking berdasarkan nilai SKHUBN tersedia 10 persen atau 50 orang siswa. Selanjutnya, jalur luar zonasi 10 persen atau 50 orang siswa.

Waktu pendaftaran untuk jalur luar zonasi berlangsung pada 18 dan 19 Juni 2018. Selanjutnya, pendaftaran jalur prestasi 18-19 juni 2018; jalur miskin, inklusi dan kesetaraan 21-24 Juni 2018; jalur zonasi untuk lingkungan lokal 22-25 juni 2018; dan jalur nilai 29-30 juni serta 2 juli 2018.

Kepala Sekolah SMPN 2 Kuta Utara, AA  Putu Oka Sujana mengatakan, jumlah siswa baru yang bisa ditampung yakni 14 kelas dengan masing-masing kelas berisi 36 orang siswa, sehingga total jumlah siswa yang bisa ditampung maksimal 504 orang.

Dijelaskan Oka Sujana, untuk semua jalur pendaftaran dilakukan verifikasi. Misalnya untuk jalur anak yang mengikuti orang tua kalau melebihi kuota diverifikasi dengan nilai tertinggi. Jalur prestasi di luar zonasi dan dalam zonasi diterima dengan menerima prestasi akademik dan nonakademik. Misalnya, mereka harus melampirkan piagam atau sertifikat juara. Jika sama-sama berprestasi, akan dilihat dari bobotnya. “Sesuai dengan aturan untuk juara 1 tingkat internasional langsung diterima, juara 1 tingkat nasional masih verifikasi dengan pembobotan. Juara tingkat provinsi , kabupaten juga sama, ” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, jalur miskin juga  ada kriteria.  Mereka harus  mendaftar menunjukkan kartu miskin atau  menunjukkan surat keterangan tidak mampu,  kemudian dilakukan verifikasi ke rumah siswa yang bersangkutan.  “Nanti ada panitia khusus memverifikasi. Melihat kondisi rumah, penghasilan orang tua, itu di ranking sesuai tingkat kemiskinan, ” jelasnya.

Selanjutnya, siswa lingkungan lokal, jika yang mendaftar melebihi kuota juga diranking dengan alamat terdekat dengan zona sekolah. Mengenai hal ini dikatakan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olah Raga sudah memetakan perbanjar.  Sementara itu, jalur nilai  tetap menggunakan hasil ujian  atau surat keterangan hasil ujian sekolah berstandar  nasional. “Jadi penerimaan PPDB tahun ini kami tetap mengacu kepada aturan pusat dan kebijakan Disdikpora Badung, ” tandasnya. 

(bx/adi/yes/JPR)

Source link