TERBARING: Hendra Sukma, sopir truk tronton yang menjadi pemicu kecelakaan, saat dirawat di Puskesmas Purwodadi, sebelum akhirnya dirujuk ke RSSA Malang, Senin (29/1).
(Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

PURWODADI – Usai kejadian kecelakaan beruntun di Parerejo, Purwodadi, Unit Laka Satlantas Polres Pasuruan bersama anggota Poslantas Purwodadi, langsung melakukan olah TKP. Dalam proses ini, sedikitnya enam personel dilibatkan. Polisi juga memintai keterangan sejumlah saksi terkait seputar kejadian.

“Bersamaan evakuasi para korban, setelah itu langsung olah TKP-nya kami lakukan hingga selesai,” kata Kanitlaka Satlantas Polres Pasuruan Iptu Marti.

Meski sudah melakukan olah TKP sekaligus menyimpulkan bahwa tronton berada di pihak yang tidak menguntungkan. Namun sopir tronton yakni Hendra Sukma, 23, warga warga Jalan Kaliworo, Kelurahan Mangliawan, Kecamatan Pakis, Malang, masih belum ditetapkan sebagai tersangka.

Marti mengaku tak ingin gegabah. Pihaknya harus melakukan pemeriksaan intensif dulu. Sementara, Hendra Sukma masih menjalani perawatan. Bahkan, ia harus dirujuk ke RS Lavalette, Malang.

Polisi memberi izin pada Hendra untuk dirawat di Malang, setelah keluarganya menjamin bahwa Hendra akan tetap menjalani pemeriksaan. “Sopir tronton memang berada di pihak yang kurang menguntungkan. Untuk penetapan tersangka masih belum. Kami menunggu dulu karena orangnya luka-luka dan dalam perawatan medis,” terangnya.

Media ini kemudian menemui Hendra Sukma yang malam usai kejadian masih dirawat di UGD Puskesmas Purwodadi. Sambil mengerang kesakitan, Hendra mencoba menjawab pertanyaan wartawan.

Hendra menuturkan, kendaraan yang dikemudikannya mengalami rem blong, saat berada di jalan menurun. “Remnya blong. Saya sudah berusaha mengurangi kecepatan dengan mengurangi persneling. Tapi, tak berhasil. Kendaraan baru berhenti, setelah masuk ke dalam sungai,” ungkapnya sambil memegang dada dan perutnya.

Hanya saja, Hendra tak ingat berapa gigi persneling yang ia injak saat itu. “Medan jalan ini saya kenal betul karena sering melintas. Saya jadi sopir sejak umur 19 tahun. Malam itu, rencananya kirim muatan kertas dari Pagak, Malang, ke Lamongan,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan beruntun terjadi di Jalan raya Purwodadi, Minggu (28/1) dini hari. Sebuah truk tronton yang memuat kertas gelondongan, diduga mengalami rem blong saat melaju dari arah Malang menuju Surabaya. Tronton lalu menabrak sejumlah mobil dan truk, hingga tronton nyungsep ke dalam sungai.

BANYAK: Muatan kertas yang tercecer, usai tronton masuk ke dalam sungai di Parerejo, Purwodadi.
(Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

(br/zal/fun/fun/JPR)

Source link