Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kediri, pasokan daging sapi sangat cukup. Setidaknya, dari hasil beberapa kali sidak, harganya masih berkisar di level Rp 65 ribu sampai dengan Rp 100 ribu per kilogramnya.

“Hasil pemantauan lewat sidak sejauh ini masih stabil. Distribusi daging sapi juga lancar,” terang Didi Eko Cahjono, anggota Tim Satgas Pangan Kabupaten Kediri.

Pemantauan yang terus-menerus dilakukan tim satgas pangan termasuk dengan pihak kepolisian. Itu merupkan salah satu upaya mengetahui fakta di lapangan saat berlangsungnya Lebaran. Didi juga mengakui bila kenaikan harga yang sempat terjadi sejak 5 sampai 7 hari menjelang Lebaran merupakan hal yang wajar di pasaran. Pasalnya, kenaikan harga tersebut tidak lepas dari tradisi yang sudah melekat di kalangan masyarakat. Baik pedagang hingga pembeli daging itu sendiri. “Kenaikan harga yang terjadi tidak masalah. Asalkan tidak melebihi batas harga maksimal yang sudah ditentukan,” tegasnya.

Didi mengungkapkan juga, batasan harga acuan pembelian dan penjualan ke konsumen daging sapi dipasaran adalah Rp 105 ribu per kilogramnya. “Bila stok daging sapi mulai terbatas, harga acuan juga bisa berubah. Karena ada tim sendiri untuk memantau,” ujar ayah dua anak ini.

Ia mengakui, bila terdapat kecurangan dalam penjualan komoditi daging sapi di pasaran dengan memasang harga jual tinggi, polisi langsung turun ke lapangan. Memastikan serta mencari penyebab adanya  kenaikan harga daging sapi tersebut. Didi juga mengakui bila Tim Satgas Pangan saling bekerja sama dalam memantau harga demi menjaga kestabilan harga pangan.

“Kami harus teliti. Bila harga daging sapi naik bisa jadi karena suplai, distribusinya. Atau ada yang sengaja nimbun,” paparnya.

Sementara itu Abdul Aziz, pedagang daging sapi kawasan Pasar Setonobetek membenarkan adanya tradisi kenaikan harga daging sapi. “Rata-rata semua pedagang daging begitu. Karena sudah tradisi. Dan masyarakat juga tahu itu,” terangnya. Ia juga menerangkan bila ia tidak berkeinginan melanggar aturan yang sudah ditetapkan kementerian perdagangan. “Saya jual dengan harga tawaran, yang ujung-ujungnya  tetap jatuh di harga yang masih terjangkau,” katanya.

Laki-laki ini menegaskan bila pasokan daging sapi relatif stabil untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Terutama saat Lebaran.

(rk/die/die/JPR)

Source link