Sesuai dengan hukum pasar, saat stok tidak sebanding dengan permintaan, maka harga akan naik, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET). Di sinilah para spekulan mengambil untung besar. ‘’Kembali masyarakat yang dirugikan,’’ tegas dia kepada Jawa Pos Radar Tuban, sabtu (14/4).

Dalam kasus kelangkaan elpiji seperti sekarang ini, kata Sunaryo, pemerintah dan penegak hukum harus turun tangan untuk melakukan pengawasan. Sehingga, tidak ada cela bagi para spekulan untuk memanfaatkan fenomena melonjaknya kebutuhan tabung elpiji menjelang Ramadan. ‘’(Upaya pengawasan, Red) jangan menunggu sampai benar-benar ada kelangkaan,’’ tegas mantan anggota DPRD Bojonegoro itu. Menurut Sunaryo, elpiji menjadi kebutuhan primer masyarakat.

Untuk itu, ketersediaan gas melon harus selalu ada. ‘’Tidak ada alasan kelangkaan. Karena ini sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Pemerintah harus menjamin kebutuhan masyarakat tercukupi. Jangan sampai ada oknum yang bermain dengan cara melakukan penimbunan,’’ tegasnya.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Tuban Agus Wijaya menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan memproses hukum jika ada oknum yang melakukan penimbunan elpiji. ‘’Sampai saat ini kami masih melakukan pembinaan. Tapi kalau ada yang coba-coba (menimbun, Red), nanti urusannya dengan polisi,’’ tegasnya.

(bj/tok/ds/faa/JPR)

Source link