Yuli Guntur, salah satu pedagang ayam di Pasar Mimbaan Baru, kemarin (11/6) mengatakan, dirinya terpaksa menjual dagiang ayam Rp. 55 hingga Rp. 60 ribu perkg. “Bahkan untuk mendapatkan ayam untuk dijual, saya harus mengambil ke Besuki. Karena stoknya sudah sangat terbatas,” paparnya.

Menurut wanita yang karib disapa Yuli ini, sebelum mengalami lonjakan harga, dirinya menjual daging ayam Rp. 30 hingga 35 ribu perkilogram. “Kelangkaan ayam terjadi sejak hari Jumat (8/6) lalu. Sedikit demi sedikit harga juga mulai naik. Namun kenaikan yang parah itu kemarin (lusa-red). Naiknya dari Rp. 35 ribu ke harga Rp. 50 ribu. Tadi pagi pun masih Rp. 50 ribu. Namun siang ini (kemarin-Red), naik lagi ke angka Rp. 55 ribu,” tuturnya.

Akibat kenaikan harga dan kelangkaan stok ayam, Setiap harinya, Yuli hanya mampu menjual ayam sebanyak 80 Kg. “Biasanya, kalau hampir-hampir hari lebaran seperti ini, ayam saya jual mencapai satu kuintal. Namun karena stoknya minim, jualan saya juga berkurang,” paparnya.

Sementara itu, untuk harga daging sapi masih terpantau normal. Selain itu stok daging di pasaran masih banyak. Niawati salah satu pedagang daging mengatakan, kenaikan daging sapi biasanya terjadi pada H-3 lebaran. “Saat ini harga daging sapi masih seperti hari-hari biasanya. Yakni Rp. 120 ribu untuk daging bagus. Sementara untuk daging rawon, Rp. 90 ribu,” tuturnya. (zul/pri).          

(bw/mls/ics/JPR)

Source link