Tak hanya bakal calon untuk Pilgub Bali, namun bakal calon untuk Pilkada Klungkung dan Gianyar juga menjalani tes yang sama. Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Wilayah Bali, Retno IG Kusuma mengatakan, aspek pemeriksaan terbagi dalam tes tertulis dan wawancara. Tes tertulis dimulai pukul 09.00 hingga 11.30.

Saat tes tertulis, bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur berada dalam satu ruangan tes. Sementara bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Klungkung dan Gianyar berada di satu ruangan tes lainnya. Setelah tes tertulis, dilanjutkan tes wawancara mulai pukul 12.00 secara individual di ruang wawancara.

Bacawagub PDIP, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace tercatat sebagai yang pertama merampungkan tes tulis dan wawancara. Sementara bakal calon gubernur yang didampinginya, I Wayan Koster baru mendapat giliran wawancara setelah Cok Ace. Koster sendiri tampak keluar dan meninggalkan ruangan wawancara sekitar pukul 13.30.

Menurut Wayan Koster, memang Cok Ace yang pertama selesai. Setelah itu baru dirinya merampungkan tugas. “Tadi memang Cok Ace dulu selesai, setelah itu baru saya,” kata Koster.

Menurut Koster, materi tes tertulis umumnya berkaitan dengan tiga hal. Yakni, logika dan struktur berpikir, kepribadian dan konsistensi, serta kemampuan berekspresi melalui kegiatan menggambar.

“Saya sudah biasa, enjoy saja, ikutin saja. Ini kan aturan, bagian dari proses yang harus diikuti prosesnya,” imbuh politisi asal Sembiran, Buleleng ini.

Yang unik, untuk Ketut Sudikerta atau Bacawagub dari KRB (Koalisi Rakyat Bali), mengaku mengalami kendala saat urusan menggambar. Hingga akhirnya, pria berkumis ini memilih untuk menggambar security-nya.

Sebelumnya sempat mau menggambar perempuan. “Maunya menggambar perempuan cantik,” kata Sudikerta. “Tapi karena saya bukan seniman terpaksa menggambar security saya dengan penampilan dia yang punk rock,” imbuh Wakil Gubernur Bali ini.

Sudikerta mengaku menggambarkan sifat – sifat security-nya yang digambar. “Kalau sifat positifnya orangnya ulet dan rajin. Sifat negatifnya sembarangan membuang puntung rokok atau naruh cangkir saat ngopi,” urainya sambil tertawa. 

Sebelumnya, juga bakal calon Bupati Gianyar I Made Mahayastra dan bakal calon Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta juga telah merampungkan tes tertulis dan wawancara. Mengingat, ada tiga ruang wawancara terpisah, masing-masing untuk peserta Pilgub Bali, Pilkada Gianyar, dan Pilkada Klungkung. Baik Mahayastra maupun Suwirta memang mendapat giliran wawancara pertama usai mengikuti tes tertulis. Keduanya kompak mengaku kesulitan pada saat harus mengatur gambar dalam tes tertulis.

“Sekarang ini memang lebih lengkap dan lebih serius daripada 5 tahun lalu,” kaya Agus Mahayastra.

Seperti diketahui, keduanya merupakan calon incumbent di kabupaten masing-masing. Suwirta menambahkan, tes wawancara memakan waktu hingga satu jam. Menurutnya, ada tiga psikolog yang mewawancarai dalam satu ruangan. 

(bx/art/ima/yes/JPR)

Source link