Penelitian dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat  (Puslitabmas) Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung.

Hasil penelitian menyebutkan, wisman merasa aman dan nyaman berwisata di Pulau Dewata. Kepala Puslitabmas STP Nusa Dua I Wayan Mertha mengatakan,

penelitian dilakukan untuk memperkuat promosi destinasi khususnya wisatawan asal Tiongkok dan non Tiongkok terkait persepsi mereka tentang wisata di Bali.

Dalam penelitian ini, ada 11 komponen yang dinilai oleh wisatawan. Melalui rangking komponen-komponen mana saja dianggap paling baik. Salah satunya kenyamanan dan keamanan.

Hal itu bertujuan untuk menentukan segmentasi pasar dan penguatan promosi destinasi wisata ke depan.

“Rangking pertama ada di kenyamanan,” ujarnya.

Penelitian melibatkan responden wisman sebanyak 200 orang. Rinciannya, 79 orang wisman Tiongkok, dan 121 wisman dari negara lain.

Penelitian ini dilakukan sejak Mei lalu dengan metode survei dan mengumpulkan data di tiga lokasi. Yaitu Nusa Dua, Kuta, dan Mengwi.

Mengapa menyasar wisman Tiongkok? Ini karena kunjungan wisman Tiongkok ke Bali akhir-akhir ini mengalami peningkatan tajam.

Bahkan jumlah kedatangan wisman Tiongkok menempati posisi tertinggi menggeser pasar Australia. “Saat ini bagaimana karakter market Tiongkok ini yang harus kita ketahui,” jelasnya.

Kadispar Badung I Made Badra mengatakan, segmentasi pasar ini perlu diperpanjang. Pariwisata Badung sekarang ini menyasar tiga market baru seperti Amerika untuk sektor MICE dan spa, Rusia, dan Timur Tengah.

“Bulan depan kami mulai menggarap pasar Amerika. Target kami tahun depan 7 juta wisman,” pungkasnya.

(rb/zul/mus/mus/JPR)

Source link