Bupati Blora Djoko Nugroho mengatakan, jika bendungan Randugunting selesai dibangun, ketersediaan air di Desa Kalinanas, akan melimpah. Serta sektor pertanian, bisa untuk pengembangan pariwisata. “Saya berpesan agar semua warga bisa mendukungnya dan jangan dipersulit,” tegasnya.

Karena pembangunan Bendungan Randugunting nanti, akan membendung Sungai Randugunting dengan menimbun ketinggian 31 meter dengan panjang 363.35 meter dan luas genangan 157.468 hektare. Nantinya tampungan total 10,4 juta meter kubik. Terdiri tampungan efektif 8.61 juta meter kubik, digunakan irigasi seluas 630 hektare dan penyediaan air baku 0,10 meter kubik perdetik dan berfungsi sebagai pereduksi banjir sebesar 381.39 meter persegi per detik. 

Bendungan ini nanti akan mengairi tiga kabupaten. Yaitu Blora, Rembang, dan Pati. Rencananya, pembangunan dimulai tahun ini dan selesai pada 2020 nanti.  Selain itu, bendungan akan dimanfaatkan kebutuhan air baku di wilayah Blora sekitar 150 liter per detik.Tidak hanya untuk sektor pengairan, Bendungan Randugunting nantinya bisa dimanfaatkan sektor pariwisata. Tentu, diharapkan meningkatkan sektor perekonomian warga sekitar bendungan. 

Selain itu pembangunan Bendungan Randugunting, tahun ini akses jalan akan ada perbaikan lagi dan dilanjutkan tahun depannya. “Tahun depan jalannya saya lanjutkan untuk dibangun sampai Ronggo perbatasan Pati. Biar ada akses lancar di wilayah perbatasan,” ujar bupati.

Kepala Desa Kalinanas Jani menyampaikan, bahwa tahun 2018 ini akan ada pemeliharaan jalan dari Japah menuju Kalinanas. Dan jalan menuju perbatasan Rembang dari Pemkab Blora. “Pembangunan nanti dengan pagu anggaran hampir Rp 2 miliar,” terangnya.

(bj/fud/rij/faa/JPR)

Source link