Menyambut program BPNT 2018, setiap daerah harus memiliki tim koordinasi (tikor) bantuan sosial (bansos) pangan. Hal itu diungkapkan Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa Jumat (15/12). Dalam rilis Kemensos, Khofifah meminta tiap daerah membentuk tikor bansos pangan.

”Saya berharap tikor bansos pangan terbentuk di bulan Desember. Pada bulan Januari akan dimulai bansos pangan dan bantuan pangan nontunai secara bertahap,” terang Khofifah.

(SIGIT AP/Radar Madura/JawaPos.com)

Berdasar data Kemensos, penerima rastra di Sumenep 2017 berjumlah 128.016 keluarga. Total nilai bantuan Rp 175,5 miliar. Dibandingkan tiga kabupaten lain di Madura, Sumenep merupakan daerah dengan penerima rastra terbanyak. 

Disisi lain Penerima program keluarga harapan (PKH) dipastikan bertambah. Penambahan penerima tersebut diungkapkan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa ketika berkunjung ke Pamekasan Sabtu (17/12). Dia menjelaskan, penambahan penerima PKH itu terjadi secara nasional. Se-Indonesia ada penambahan sekitar 4 juta penerima. Dari jumlah tersebut, 528 ribu keluarga ada di Jawa Timur.

”Sementara di Pamekasan penambahan 13.562,” ujarnya saat menghadiri acara Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN). Langkah itu untuk menurunkan angka kemiskinan. Sebab, PKH dianggap program paling efektif dan signifikan dalam menurunkan kemiskinan. ”Itu sudah dirilis oleh kementerian dan bank dunia. Karena efektif, maka ditambah untuk tahun depan,” tegasnya.

Selain penambahan penerima, pemerintah pusat juga menambah pendamping PKH. Kebijakan itu dikeluarkan karena presiden menginginkan pengentasan kemiskinan bisa cepat. Karena itu, Khofifah berharap program tersebut dapat dimanfaatkan. ”Semoga PKH bisa memenuhi kebutuhan anak-anak kita supaya melanjutkan sekolah dan nanti bisa orang menjadi generasi sukses,” harapnya. 

(mr/aji/luq/sin/bas/JPR)