“Kebutuhan masyarakat dalam penggunaan elpiji makin banyak. Tak hanya masyarakat kecil saja, juga penambahan UMKM kecil yang kini memanfaatkan elpiji. Kemudian pedagang kaki lima juga bertambah. Penambahan itu kami kira sudah sesuai dengan kebutuhan warga,” ucap Kasubbag Industri Perdagangan Koperasi dan UMKM Setda Pati, Suwardi.

Selain itu, saat ini banyak nelayan kecil yang beralih dari solar ke elpiji. Menurutnya, dengan penambahan itu, harapannya bisa mencukupi kebutuhan elpiji untuk masyarakat dan tidak sampai terjadi kelangkaan di momen-momen tertentu seperti lebaran dan hari besar lainnya.

Meski tiap tahun ada penambahan kuota, namun kenyataannya elpiji melon yang diperuntukkan untuk masyarakat miskin, masih kerap terjadi kelangkaan. Hampir semua kepala keluarga (KK) menikmati gas bersubsidi itu. Padahal, mereka tergolong masyarakat yang tidak miskin.

Tak hanya itu, usaha skala besar juga menggunakan elpiji. Untuk itu, pihaknya bersama dengan beberapa instansi terkait terus memperketat pengawasan.

“Setidaknya akan dilakukan sidak secara rutin supaya elpiji bersubsidi tersebut tak disalahgunakan. Kami juga akan memberikan surat edaran dan memperingati ASN atau warga yang tidak berhak menggunakan elpiji,” ucapnya. 

(ks/put/him/top/JPR)