BANYUWANGI– Warga yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), dipastikan tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) 27 Juni 2018. Sebab, hanya warga yang memiliki KTP-el saja yang bisa menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Pada Pilgub mendatang, surat undangan memilih atau formulir model C6 dari Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) bukan satu-satunya syarat bagi warga bisa menggunakan hak politik. Dengan demikian, walau sudah masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) tapi belum memiliki KTP-el tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

Jika warga tidak memiliki KTP-el, warga bisa menggunakan hak pilihnya asal memiliki surat keterangan (suket) pengganti KTP-el yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil). Ketentuan baru KPU itu diatur dalam Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2018 pasal 7 ayat (2).

Dalam pasal itu disebutkan, dalam memberikan suara di TPS, pemilih menunjukkan formulir model C6-KWK dan wajib menunjukkan KTP-el atau surat keterangan kepada KPPS. ”Iya Mas, pemilih saat di TPS harus menunjukkan formulir C6 dan menunjukkan KTP-el atau surat keterangan sebelum menggunakan hak pilihnya,” jelas Komisioner KPU Edy Syaiful Anwar.

Dalam pemilu sebelumnya, KTP digunakan warga yang tidak masuk dalam DPT. Walau tidak masuk dalam DPT, namun memiliki KTP, warga bisa menggunakan hak pilihnya. (afi)

(bw/mls/ics/JPR)

Source link