Setelah sempat ditunda, audiensi tersebut akhirnya digelar kemarin di Ruang Banggar DPRD Kabupaten Rembang. Audiensi dipimpin oleh Ketua Komisi A M. Asnawi dan dihadiri perwakilan warga, OPD, serta kepala desa di sekitar pabrik.

Koordinator Masyarakat Sekitar Pabrik Sepatu Afif Awaludin mengungkapkan, salah satu tuntutan warga adalah pembuatan saluran air. Terutama di selatan dan utara pabrik. Di sisi selatan, air dari terasering sawah tak bisa mengalir ke embung Rowosetro.

Pihak pabrik sebenarnya memberikan solusi dengan pembuatan saluran air dengan pipa. Namun warga tetap keberatan. Karena kalau musim kemarau mereka tidak bisa menyedot air dengan pompa.

”Kalau ada saluran irigasi, petani bisa langsung nyedot. Air dari selatan kalau musim hujan debitnya tinggi. Kalau tidak dikasih saluran, sawah petani yang banjir,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Desa (Kades) Gedangan Sodik. Pagar pabrik di sisi selatan didirikan mepet dengan sawah warga. Jadi, tidak ada ruang untuk membuang air. Imbasnya, air meluber ke jalan pertanian. ”Jalan pertanian rusak karena air dari selatan tidak bisa dialirkan,” ungkapnya.

Kades Sridadi Edi Purwanto mengungkapkan sejauh ini tidak ada pengaduan dari warganya terkait pabrik sepatu. Dia mengakui kalau mayoritas sawah di sekitar pabrik masuk wilayah Desa Gedangan.

Edi tak menampik kalau perusahaan pernah menjanjikan pembuatan saluran irigasi. Namun hingga kini belum terealisasi. ”Untuk pembangunan saluran, katanya mau disanggupi. Tapi, memang belum ada karena pabrik belum apa-apa,” katanya.

Kades Pasarbanggi Rasno menegaskan masyarakatnya tak ada yang melapor terkait masalah tersebut. Karena sejak sosialisasi, perusahaan dinilai mampu mengakomodir keinginan warga. ”Mungkin kalau satu dua ada, tapi tidak ada yang melapor ke saya,” ujarnya.

Anggota Komisi A Gatot Paeran kecewa atas ketidakhadiran perwakilan pabrik. Mereka dianggap menyepelekan panggilan DPRD untuk menghadiri audiensi. Dia pun meminta OPD terkait untuk memperingatkan manajemen agar tak menyepelekan pihak manapun.

”Padahal di DPRD juga tidak akan ada protes berlebihan. Kita bicarakan baik-baik kok malah nggak mau datang,” ungkapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang Suharso mengungkapkan pihaknya segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk meninjau langsung lokasi pabrik. ”Kebetulan ini kan musim hujan, kita cek saja ketika air sedang banyak,” katanya.

(ks/lid/ali/top/JPR)