Kanit Laka Satlantas Polres Pacitan Iptu Sugeng Rusly Muslan menyatakan, tingginya rasio pelanggaran berkaitan dengan kebiasaan dan mental pengemudi kendaraan bermotor yang kurang disiplin. 

Seperti tidak melengkapi diri dengan surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK). Persentase total jenis pelanggarannya mencapai 95 persen. 

‘’Serta rata-rata satu persen tidak menyalakan lampu utama,’’ katanya kepada awak media, Rabu (8/11).

Sugeng menyebut kalangan pelajar mendominasi pelanggaran lalu lintas. Mereka kerap melakukan pelanggaran pada jam-jam sibuk. Terutama saat pagi dan siang. 

Jenis pelanggaran yang paling sering adalah melanggar surat kelengkapan berkendara. Mayoritas beralasan nekat membawa sepeda motor ke sekolah karena tidak ada yang mengantar. 

‘’Kami langsung berikan surat tilang,’’ tegasnya.

Dalam Operasi Zebra yang digelar di Jalan Imam Bonjol kemarin, petugas mengingatkan beberapa pengendara yang mengabaikan detail kecil kelengkapan berkendara. Padahal, itu sangat penting. 

Misalnya saja helm yang lupa diklik atau berkendara dengan membawa banyak barang bawaan. Mereka tidak ditilang, hanya diberi teguran. 

Kasatlantas Polres Pacitan AKP Hendrix Wardhana mengungkapkan, Operasi Zebra bakal digelar rutin hingga sepekan ke depan. Secara random, titik-titik yang dianggap rawan pelanggaran dan kecelakaan disisir bergiliran.

‘’Kami juga memaksimalkan fungsi pengawasan dari kamera CCTV (closed-circuit television),’’ ungkapnya. 

Rencananya, ada tiga titik yang bakal dipantau dengan kamera. Meliputi kawasan rawan lakalantas di Jalan Tentara Pelajar, kawasan rawan macet di depan Pasar Arjowinangun, serta kawasan rawan pelanggaran di simpang empat Bapangan. 

‘’Karena titik itu masuk kawasan tertib lalu lintas,’’ terangnya.

(mn/her/sib/sib/JPR)

Source link