Itu salah satunya, Sujito, 59. Petani asal Talun, Desa/Kecamatan Gambiran itu mengakui saat ini harga cabai cukup mahal. Hanya saja, diperkirakan harga itu akan berubah dengan turun pada empat bulan kedepan. “Kalau sekarang kita menanam, empat bulan lagi harganya bisa turun,” katanya seraya menyebut kalau saat harga cabai Rp 20 ribu per kilogram.

Sujito menyebut kalau saat ini lahannya kembali ditanami cabai, diperkirakan saat panen akan murah. Untuk menghindari kemungkinan buruk itu, dia tidak memilih tidak menanam cabai lagi dan mengganti tanaman jenis lain. “Ini saya ganti dulu dengan jagung,” ujarnya.

Dengan pergantian jenis tanaman ini, terang dia, kondisi tanah juga akan bisa menjadi lebih baik. Sebab, akan ada peremajaan dan pengolahan kembali. “Selain itu agar tanahnya bisa lebih baik,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Ahmad Arif, 33. Petani asal Desa Gambiran ini mengungkapkan petani harus pandai memprediksi harga jual agar hasilnya bisa baik. Menurutnya, jika harga jual cabai di bawah Rp15 ribu per kilogram, maka hasil yang di dapat sangat tipis. “Kalau bisa harganya itu di atas Rp 15 ribu per kilogram,” terangnya seraya menyebut kalau saat ini lahannya ditanami jagung.

Arif mengungkapkan, dengan jeda jagung manis petani bisa sedikit menghela napas karena perawatan jagung tidak serumit cabai. Selain itu, harga dan produksi jagung juga cukup baik karena harga bisa mencapai Rp 2.000 per kilogram. Dengan luas lahan sekitar seperempat hectare hasilnya bisa dapat delapan ton. “Hasilnya lebih bagus,” terangnya. (*)

(bw/sli/rbs/JPR)

Source link