Kabid Perikanan Budi daya Dinas Perikanan Sampang Moh. Mahfud mengatakan, program pengelolaan tambak percontohan budi daya ikan sudah dijalankan dengan baik. Saat ini lembaganya melakukan budi daya 30 ribu ekor ikan. Perinciannya, 20 ribu bandeng dan 10 ribu udang. Dalam setahun bisa panen dua kali.

”Tambak itu sebagai lahan percontohan dan uji coba bagi petugas penyuluh yang nantinya akan membimbing masyarakat untuk gemar berbudi daya ikan,” kata Mahfud Senin (25/12).

”Kami akan terus mengevaluasi sistem pengelolaan tambak agar bisa bermanfaat untuk masyarakat,” janjinya.

Program itu mendapat sorotan Anggota Komisi II DPRD Sampang Syamsuddin. Dia mendesak dinas perikanan agar maksimal dalam mengelola tambak percontohan tersebut. Program yang dijalankan harus betul-betul menghasilkan feedback yang nyata kepada daerah dan bermanfaat untuk masyarakat.

”Asas manfaat dari keberadaan tambak percontohan itu harus jelas. Kami tidak ingin  dalam pengelolaannya hanya menghabiskan anggaran, tapi tidak ada hasil nyata,” desaknya.

Syamsuddin menilai, selama ini pengelolaan tambak percontohan tersebut berjalan di tempat. Sebab, begitu program budi daya ikan selesai dilaksanakan, tidak ada upaya tindak lanjut dari dinas untuk memaksimlkan program itu.

Misalkan, lanjut dia, dengan mendorong masyarakat untuk gemar berbudi daya ikan.  Apalagi dalam pengelolaannya tidak melibatkan masyarakat. ”Seharusnya tambak percontohan itu bisa menjadi media bagi masyarakat untuk menimba pengetahuan dalam berbudi daya ikan,” ucapnya berbda protes.

(mr/nal/onk/han/bas/JPR)