Kini tanggul tersebut sudah rusak diamuk gelombang. Tanggul yang rusak justru mengancam beberapa bangunan di tepi pantai. Proyek ini sendiri menjadi tanggung jawab Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida.

Kepala BWS Bali-Penida Ketut Jayada mengaku belum mengetahui secara pasti kerusakan itu. Jayada mengaku akan menugaskan stafnya melakukan pengecekan ke Pantai Happy.

Jayada menyebut, secara umum abrasi bukan hanya mengintai Buleleng. namun juga Jembrana, Klungkung, dan Karangasem.

“Global warming ini memang menyebabkan muka air laut naik. Akhirnya gelombang tinggi dan abrasi dimana-mana,” katanya.

Sayangnya penanganan abrasi pada tahun ini, diprediksi kurang optimal. BWS Bali-Penida hanya mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 6 miliar untuk penanganan pantai.

Dana itu akan dialokasikan ke Kabupaten Klungkung. “Jalan menuju Pura Dalem Ped itu kan sudah mau habis. Kami coba prioritaskan ke sana dulu,” tandas Jayada.

(rb/eps/mus/mus/JPR)

Source link