Di kemas dalam bungkus plastic. Satu bungkus berisi sepuluh butir karnopen dengan harga Rp 25 Ribu. Teknsi penjualannya melalui pesan singkat WA (whatshap). ‘’Jumlah yang ditemukan dari tangan tersangka adalah sisa dari penjualan, serta ditemukan uang Rp 250 ribu,’’ kata Kapolsek Paciran, AKP Fadil. Menurut dia, sebelum di la ku kan penangkapan, petugas pagi ha ri nya mendapat informasi pe la ku akan mengedarkan pil yang dilarang edar itu.

‘’Setelah ha sil lidik dipastikan ke benaran nya, siangnya langsung kita la ku kan penangkapan,’’ ung kap nya. Fadil mengungkapkan, ter sang ka mengakunya melakukan penjualan pil setan itu sudah sekitar lima bulan. Karena tergiur dengan keuntungan yang cukup banyak. Yakni mencapai dua kali lipat dari modal. Dia mendapatkan barang itu dari Tuban, antara 500 hingga 1.000 butir sekali beli.

Harga per seribu butir Rp 1,7 juta. ‘’Menurut ter sang ka, setelah me ng kon sum si nya, bisa merasakan badan lebih ringan dan capek hilang ,’’ ujarnya. Terkait pembelinya, ujar dia, tersangka mengaku pe lang gan nya dari kalangan remaja, ter ma suk siswa SMA. Jumlahnya be lum bisa dipastikan. Karena pe ngakuan tersangka masih sim pang siur. ‘’Selain pil kar nopen dan uang, barang bukti yang diamankan, dua handphone mi lik tersangka, serta plastik pembungkus,’’ ujarnya.

(bj/mal/feb/faa/JPR)

Source link