Sejak sore, telah banyak jamaah berdatangan demi dapat melakukan ibadah yang hanya ada di bulan ramadan ini. Kepadatan jamaah juga terlihat di Masjid Cheng Ho Surabaya. 

Sumarni salah satunya, jamaah asal Jetis Kulon ini rela jauh-jauh datang karena merasa lebih khusyuk jika menjalankan solat tarawih di Masjid Agung. 

“Setiap tahun saya ke sini, karena tempatnya luas dan juga lebih khusyuk,” terangnya. 

Seperti tahun sebelumnya, solat tarawih di Masjid Agung Al-Akbar  Surabaya dibagi menjadi dua kloter. Kloter pertama adalah solat tarawih 11 rakaat dan yang kedua adalah solat tarawih 23 rakaat. Solat ini dilaksanakan seusai tausiah kilat sesudah salat Isya. 

Salat tarawih hari pertama di Masjid Agung Al-Akbar Surabaya ini dipimpin oleh dua imam. Pertama adalah KH. Hamid Abdullah yang mengimami jamaah sholat tarawih dengan jumlah 11 rokaat . Selanjutnya adalah KH. Ahmad Muzakki A Hab yang memimpin sholat tarawih sebanyak 23 rokaat. 

Sementara untuk tausiah diisi langsung oleh Ketua MUI Jatim KH. Abdus Shomad Buchori yang menyampaikan tausiah dengan judul peran dan fungsi ulama di masyarakat. Tausiah ini juga memberikan pemahaman kepada masyarakat berkenaan dengan ISIS dan terorisma yang selama beberapa hari ini mengguncang Surabaya.

Humas Masjid Al-Akbar Surabaya, Helmi menyampaikan, Masjid Al Akbar Surabaya selalu menjadi jujukan orang dari berbagai daerah untuk melaksanakan solat tarawih. Masjid yang menampung sebanyak 20.000 orang ini selalu penuh setiap harinya. 

” Kalau disini lain, jika masjid-masjid umumnya semakin sepi mendekati lebaran. Disini semakin hari semakin ramai, apalagi memasuki 10 hari terakhir ramadan,”ujarnya.

 Ia menambahkan , untuk menyiapkan  tarawih hari pertama ini, pihak takmir masjid telah melaksanakan serangkaian persiapan sejak H-5 menjelang ramadan. Persiapan ini meliputi persiapan fisik dan persiapan konten. 

“Sejak H-5 kami sudah melakukan persiapan  fisik seperti memantau kesediaan air wudhu, kebersihan masjid, layar lebar, pelayanan kesehatan, sound dan kesiapan tempat. Hingga hari ini semua sudah selesai 100 %,” ujarnya. 

Dari segi pengamanan, Masjid Agung Surabaya juga telah memperketat monitor dengan mengaktifkan seluruh CCTV di area masjid dan mengerahkan tim keamanan baik dari internal masjid hingga jajarang gabungan TNI dan Polri.

Menyambut bulan Ramadan ini, selain persiapan fisik, takmir masjid Al Akbar Surabaya ini juga melakukan persiapan matang dari segi konten yang lebih segar dari tahun lalu. 

Konten ini diantaranya diantaranya adalah dengan melakukan beberapa dakwah diantaranya dakwah religi dengan kajian keislaman setiap subuh, ngabuburit dan seusai sholat isya, tarawih berjamaan, sholat tahajud di 10 hari terakhir dan sholat ied.

Selain itu, ada juga dakwah sosial yang dilakukan dengan bagi takjil, sembako dan zakat yang telah dimulai sejak H-2 ramadan. Dakwah Ekonomi dengan mengadakan bazar ramadan di area halaman masjid. Dakwah Entertaiment dengan mengadakan Syiar dan Syair islam yang menggandeng salah satu stasiun televiai swasta nusantara dan yang terakhir adalah dakwah Milenial dengan membuka pondok ramadan dan seminar literasi untuk generasi muda setiap akhir pekan.

“Dua yang terakhir adalah yang terbaru di tahun ini. Di Dakwah milenial ini juga akan diisi oleh kapolda yang menjelaskan tentang bahaya terorisme dan bagaimana untuk menghindarinya sebagai bahan antisipasi kami terhadap apa yang belakangan terjadi, ” pungkasnya. 

Kondisi jamaah yang ramai juga terlihat di Masjid (is/rud)   

(sb/is/jek/JPR)