Kapolsek Randublatung AKP Supriyo mengatakan, kejadian bermula saat Sutejo mengendarai truknya di Jalan Raya Randublatung-Doplang. Sampai di tempat kejadian perkara (TKP), segerombolan anak jalanan menghadang laju truk. 

Salah satu anak jalanan menghampiri korban dan meminta agar diberi tumpangan. Namun, anak jalanan lain tiba-tiba menggedor-gedor bak truk dengan kondisi mabuk. 

“Melihat hal itu, Sutejo menegur anak punk itu. Dan mengatakan, kalau ikut ya ayo naik, nggak usah gedor-gedor, mbok ya yang sopan sedikit,” ujar Kapolsek menirukan perkataan Sutejo. Dari teguran Sutejo itu, lanjut Supriyo, salah satu anak jalanan tidak terima. Karena pengaruh miras, salah seorang anak jalanan seketika membuka pintu truk dan memukuli Sutejo. 

Merasa tidak mampu melawan gerombolan anak jalanan itu, Sutejo meminta tolong. Warga yang mengetahui menolong Sutejo. Warga juga memanggil kepolisian dan menangkap para anak jalanan.  

Namun, segerombolan anak jalanan sekitar 20 itu sebagian bisa melarikan diri. Polsek Randublatung bersama warga hanya bisa mengamankan 11 anak jalanan. Hasil penyelidikan, ada tiga anak menjalani pemeriksaan lebih intens karena diduga pelaku pengeroyokan. Yakni, Saroni Irama Wijaya, 27, warga Desa/Kecamatan Palang, Tuban.  Serta Zul, 18, dan Hik, 15, warga Kabupaten Brebes.

“Tiga anak ini diselidiki sebagai pelaku pemukulan dan yang lain masih diamankan proses pemeriksaan,” ucap kapolsek.

(bj/fud/rij/bet/JPR)

Source link