Namun apabila dalam perjalanannya ditemukan ada pihaknya yang melanggar kesepakatan dan melanggaran aturan yang berlaku maka tentunya akan diberikan sanksi hukum dan penindakan. Dan sejauh ini menurutnya memang ada riak-riak kecil berupa adanya perusakan baliho para relawan pendukung kandidat. Tetapi memang belum bisa ditindak Panwaslu karena belum masa kampanye dan juga tidak ada laporan resmi ke Polres Tabanan.

“Namun para relawan juga mencoba membuat suasana tetap kondusif untuk tidak berbuat gegabah,” sambungnya.

Saat ditanya mengenai titik rawan di Tabanan, kembali AKBP Marsdianto mengatakan, sejauh ini pihaknya tidak melihat ada daerah yang menonjol tingkat kerawanannya. Namun hal tersebut dikatakan bisa berubah kapan saja seiring perkembangan politik di Tabanan.

Perwakilan Tim Pemenangan KBS-ACE, I Gede Purnawan menegaskan, dalam setiap kompetisi pasti ada kalah dan menang. Namun bagi yang menang tidak boleh terlalu jumawa dan yang kalah juga tidak boleh rendah diri. “Yang terpenting bagaimana kita bisa berkompetisi dengan sehat dan membuat suasana Tabanan tetap aman dan kondusif. Terlebih beberapa waktu lalu sempat ada perusakan baliho dari pihak kami, dan kami minta pihak kepolisian mengantensinya sehingga tidak terjadi lagi pada masa kampanye nanti,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Ketua Tim Pemenangan Mantra-Kerta Tabanan, Ketut Arya Budi Giri. Menurutnya dalam hajatan politik perbedaan pendapat itu hal yang biasa, namun perbedaan pendapat itu tidak boleh menimbulkan perpecahan apalagi keributan. “Tetapi kita semua tetap saudara, sama-sama lahir di Tabanan, sama-sama orang Tabanan jadi sudah kewajiban kita untuk membuat Tabanan damai,” ujar pria yang akrab disapa ABG tersebut. 

(bx/ras/yes/JPR)

Source link