Puji dan teman-teman mengungkapkan, sabun cair merupakan salah satu sediaan farmasi untuk membersihkan kotoran dan bakteri penyebab terjadinya infeksi pada penyakit diare, kolera, ISPA, cacingan, flu, hepatitis, dan bahklan flu burung. “Sabun cuci tangan biasanya mengandung antiseptik yang merupakan zat untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh petumbuhan mikroorganisme yang hidup di permukaan tubuh,” ungkap Puji.

Daun ketepeng (cassia alata) dilaporkan mempunyai kandungan aktivitas antibakteri yang dapat digunakan sebagai senyawa aktif alami untuk membuat formula sediaan antiseptik. Namun demikian, menurut Umi, ekstrak daun ketepeng cina belum maksimal digunakan sebagai antiseptik karena kurang praktis dalam penggunaannya, sehingga perlu dikembangkan dengan membuat sediaan yang mudah digunakan seperti sabun cuci tangan (handwash).

”Sejauh ini belum ada penelitian yang membuat sabun cuci tangan dari daun ketepeng cina sebagai formula utamanya. Hal itulah yang menarik minat kami melakukan penelitian ini yakni untuk membuat formulasi handwash dari ekstrak daun ketepeng dengan cara menguji efektifitas antibakteri serta menentukan konsentrasi ekstrak yang efektif, ” ujar Puji.

(sm/vie/ton/ap/JPR)