TABANAN – Polisi resmi menetapkan Dewa Ketut Sukerta, 40, sebagai tersangka kasus penembakan teman berburunya, I Kadek Sudayasa, 36, hingga tewas.

Sukerta dijerat penyidik Polsek Tabanan melanggar pasal 359 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Ditemui di Mapolsek Tabanan kemarin, Sukerta mengatakan, dia dan korban adalah satu teman berburu.

Sebelum kejadian, dia bersama  teman-temannya, termasuk korban, sempat menembak musang di selatan Kuburan Banjar Dukuh, Desa Dauh Peken,Tabanan Sabtu malam.

Namun, musang yang ditembak lari. Kemudian, para pemburu ini pun berpencar mengejar musang yang tertembak.

Saat kembali, Sukerta melihat sinar yang dia duga mata musang yang memancarkan cahaya. Sukerta pun menembak ke arah sinar tersebut, dan seketika sinar tersebut menyorot ke atas.

Ia dan temanya pun curiga, dan ketika didekati ternyata Sudayasa yang tertembak di leher sebelah kanan. Peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 23.30.

“Waktu di perjalanan ke RS Dharma Kerti masih sadar dan sempat merintih kesakitan. Namun saat sampai di Rumah Sakit dinyatakan sudah meninggal dunia,” papar Sukerta

yang tinggal di Jalan  Merdeka VII, Blok G, Nomor 16, Perum Asri Persada, Banjar  Penyalin, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan ini .

Atas kejadian itu, Sukerta merasa sangat trauma. Dia pun mengaku kapok berburu. Dan berencana menghentikan hobinya yang sudah digeluti sejak SMP di tahun 1988-an.

Kapolsek Tabanan Kompol I Gede Made Surya Atmaja menambahkan, setelah diotopsi di RS Sanglah, jenazah korban asal Banjar Batusangian, Desa Gubug, Tabanan tersebut sudah dibawa ke rumah duka dan dikubur Senin (11/12) kemarin.

(rb/yor/mus/mus/JPR)

Source link