NGANJUK – Warga Perumahan Cacat Veteran di Jl Gatot Subroto, Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk, geger pada Jumat malam lalu (5/1). Pasalnya, warga menemukan bayi berjenis kelamin perempuan di dalam tong sampah. Polisi menduga balita usia 3 bulan itu merupakan hasil hubungan gelap.

SIAPA PELAKUNYA?: Bayi yang ditemukan di tempat sampah.

          Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Nganjuk, bayi perempuan itu kali pertama diketahui dua pelajar. Mereka adalah Ovi Sanjaya, 17, siswa SMKN 1 Nganjuk asal Desa Karangtengah, Kecamatan Bagor dan Adhira Rizky Darmawan, 15, siswa SMK PGRI Nganjuk asal Perumahan Cacat Veteran.

          Malam itu, sekitar pukul 20.00, Ovi dan Andhira terkejut mendengar suara tangisan bayi dari arah kotak sampah. Penasaran dengan suara tersebut, keduanya lantas mendekati kotak sampah yang dipenuhi dengan bungkus mi instan.

          Setelah dibuka, mereka kaget. Pasalnya, Ovi dan Andhira mengetahu ada bayi di dalamnya. Ciri-cirinya berambut tebal yang dililit menggunakan kain. Mengetahui hal, keduanya langsung melaporkan ke warga dan rukun tetangga (RT) setempat.

          Begitu mendapat laporan, Sumaji, 47, Ketua RT 4, tidak berani bertindak. Karenanya, dia langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Nganjuk. Paur Humas Polres Nganjuk Ipda Trubus membenarkan adanya laporan tersebut. “Anggota kami langsung mendatangi lokasi,” kata Trubus.

          Meski belum menemukan pelaku yang menelantarkan, Trubus memastikan, kondisi bayi sehat. Saat ini, bayi ada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Nganjuk. Bayi perempuan itu diperkirakan baru dilahirkan tiga hari lalu. Panjangnya 52 sentimeter (cm) dan berat 2,8 kilogram (kg). Memiliki rambut lebat dan berkulit putih, balita yang belum diberi nama itu mengenakan baju warna merah muda serta jarit warna hijau kombinasi oranye.

          Untuk mengetahui proses kelahirannya, Trubus mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pengecekan data kelahiran ke beberapa rumah sakit, klinik bersalin dan bidan yang ada di Kabupaten Nganjuk. Bukan itu saja, polisi juga akan mengecek closed-circuit television (CCTv) yang berada di sekitar perumahan Cacat Veteran. “Termasuk ke toko penjual baju balita dan anak,” terangnya.

          Pengecekan ke toko baju itu dimakudkan karena bayi sudah mengenakan pakaian. Bayi mungil itu mengenakan baju baru berwarna merah muda. Sedangkan untuk di sekitar lokasi, sudah dilakukan pendataan dan tidak ditemukan adanya indikasi pelaku dari sekitar lokasi pembuangan. “Sepertinya pelaku datang dari luar perumahan,” kata Trubus.

          Soal motif, menurutnya, ada dua kemungkina. Yakni bayi tersebut bisa dari hubungan gelap atau karena faktor ekonomi. Namun sejauh ini, dugaannya lebih ke hasil hubungan gelap.

(rk/rq/die/JPR)

Source link