Menurut salah seorang pengungsi, ketika hujan deras turun, memang terjadi kebocoran pada tenda meskipun tidak terlalu parah. “Kalau hujan deras apalagi dengan angin kencang pasti airnya masuk ke tenda, ya mau bagaimana lagi,” ujar pengungsi yang tak mau namanya dikorankan itu, Selasa kemarin (26/12).

Salah seorang koordinator pengungsi, I Gusti Ngurah Alit, asal Banjar Palak, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem mengatakan bahwa menurut informasi, tenda pengungsi yang merupakan bantuan dari PMI diperkirakan hanya bisa bertahan 4 sampai 5 bulan. “Dan menurut PMI 4 atau 5 bulan nanti akan diberikan tenda pengganti kepada pengungsi,” ujarnya.

Maka dari itu, ia berharap ada bantuan seng untuk atap tenda, apalagi jika nantinya Gunung Agung mengalami erupsi yang lebih besar maka terpal tidak akan kuat dengan abu panas apalagi hujan batu. “Karena sesuai pengalaman kakek dan nenek kami di tahun 1963, wilayah Rendang dilanda hujan batu saja meskipun tidak lama, hanya 25 hari hingga 1 bulan,” imbuhnya.

Menurutnya, tenda yang mengalami kebocoran kemungkinan karena pemasangan yang kurang baik sehingga masih ada celah air untuk masuk. Kendatipun demikian ia tetap berharap Pemkab ataupun Pemprov maupun anggot dewan dapat ikut turun tangan. “Tetapi sejauh ini sudah banyak yang saling bantu, donatur, baik antar pengungsi dengan pengungsi lain,” pungkasnya. 

(bx/ras/yes/JPR)

Source link