Sebelum meninggal dunia, korban mengeluh mengalami sesak napas. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, korban segera dilarikan ke RS Bangli.

Namun, korban justru dilaporkan meninggal dunia sesaat setelah mendapat perawatan tim medis RS Bangli.

“Senin siang masih baik-baik saja di Blok D, tempat korban di tahan,” ujar pegawai Lapastik Kelas II Banhli, Nugraha Sukma Anggara seperti dikutip dari sumber kepolisian.

Namun, tiga jam kemudian korban mengeluh sesak napas. Korban pun dibantu dengan dengan oksigen. Tensinya juga dicek. Ternyata tensinya cukup tinggi yakni 220/130.

“Setelah dicek, kondisinya mulai membaik,” katanya. Oleh Kasi Kamtib Lapas Narkotika Wayan Agusiarda, korban kemudian disarankan dibawa ke RS Bangli.

Korban lalu diantar saksi I Gede Teguh Mahabali dan Yohanis Japlaun, pegawai Lapastik Bangli.

Sampai di RS Bangli korban sempat mendapat perawatan medis dengan diberikan bantuan oksigen. Namun, satu jam kemudian korban di nyatakan kritis dan berhenti bernapas.

Dari hasil pemeriksaan tim medis, korban lalu dinyatakan meninggal dunia. “Diduga karena serangan jantung,” beber sumber.

Saat ini jenasah korban masih di ruangan jenasah RSUD Bangli menunggu pihak keluarga menjeput korban.

Apabila pihak keluarga mempermasalahkan kematian korban, pihak Lapastik Bangli tidak bisa berbuat banyak. “Silakan. Yang jelas, kita sudah memberikan pelayan dan prosedur sesuai SOP,” papar sumber Lapastik Bangli.

(rb/mus/mus/JPR)

Source link