Kenaikan tersebut sesuai dengan perda Nomor 9 Tahun 2017 dan perbup Nomor 56 Tahun 2017. ”Juga diatur dalam permendagri,” jelasnya.

Tahun lalu, besaran gaji dan tunjangan yang diterima setiap anggota DPRD adalah Rp 18 juta. Tahun ini yang mereka terima mencapai Rp 33,9 juta per bulan. 

Selain ada kenaikan nominal tunjangan, ada juga tunjangan yang sebelumnya tidak ada namun tahun ini ada. Yaitu, tunjangan transportasi senilai Rp 6 juta per bulan.

”Untuk gaji tidak ada kenaikan, masih Rp 4,9 juta per bulan,” jelasnya. Kenaikan tunjangan tersebut khusus untuk anggota DPRD. Sedangkan untuk empat pimpinan DPRD tidak ada kenaikan tunjangan.

Sebab, pimpinan DPRD sudah mendapatkan tunjangan khusus. ”Ini khusus anggota saja,” jelasnya.Ibnu menjelaskan, para anggota DPRD tersebut memang mendapatkan kenaikan tunjangam, namun mereka tidak lagi memiliki mobil dinas.

Jadi, ketua fraksi, ketua badan kehormatan yang sebelumnya memiliki mobil dinas kini tidak lagi. ”Sebab, sudah diganti dengan tunjangan itu,” jelasnya. Saat ini yang masih memiliki mobil dinas adalah pimpinan DPRD.

Sedangkan lainnya sudah tidak lagi.Ibnu menjelaskan, mobil dinas tersebut sudah diserahkan oleh pemkab sejak tahun lalu. Kini, mobil tersebut diberikan kepada OPD yang membutuhkannya.

Sebab, masih ada beberapa kepala OPD yang belum memiliki mobik dinas.  Kenaikan tunjangan DPRD tersebut sudah ramai dibicarakan sejak tahun lalu. Kini, kenaikan tunjangan tersebut sudah dirasakan. 

(bj/zim/nas/bet/dka/JPR)

Source link