Kasatresnarkoba Polres Kediri AKP Eko Prasetyo Sanosin mengatakan, pelaku pertama yang ditangkap adalah Gundul. Dia disergap di pinggir jalan Dusun Kapasan, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu sekitar pukul 14.00 WIB kemarin. ”Diduga dia akan melakukan transaksi jual beli narkoba,” ungkapnya.

Dari tangan Gundul, petugas mengamankan 0,31 gram SS beserta alat isap dan pipet kaca. Sebuah handphone (HP) merek Oppo pun ikut disita. Setelah menahan Gundul dan mengamankan barang bukti (BB)nya, Eko mengatakan, timnya terus mengembangkan penyelidikan.

BARANG BUKTI: Ponsel dan sabu yang diamankan dari pelaku.

Penyidik satresnarkoba menggali informasi lebih dalam. Ternyata Gundul pernah bertransaksi dan memiliki jaringan peredaran SS. Penyelidikan polisi lantas mengarah pada Joe Satriani yang ditengarai satu jaringan dengan Gundul.

Dua jam setelah membekuk Gundul, sekitar pukul 16.00 tim satresnarkoba langsung bergerak ke rumah Joe di Dusun Jombangan, Desa Tertek. “Anggota resnarkoba melakukan penggerebekan di rumah Joe dan menemukan barang bukti sabu,” papar Eko.

Dia menambahkan, timnya mengamankan barang bukti 0,33 gram SS di dalam rumah itu.Gundul dan Joe diduga merupakan jaringan peredaran SS yang kerap beroperasi di wilayah Kabupaten Kediri.

Hingga kemarin, Eko menyatakan, masih melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang peredaran narkoba itu. Sementara kedua tersangka ditahan di sel mapolres guna proses hukum selanjutnya. 

Joe dan Gundul terancam pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika. “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar,” pungkas Eko.

(rk/die/die/JPR)

Source link