SURABAYA – Gelap mata butuh uang untuk membayar utang, membuat pria yang satu ini nekat membobol brankas yang berisi uang Rp 277 juta. Mirisnya uang tersebut milik umat yang dikumpulkan di yayasan kawasan Bendul Merisi, Wonocolo. 

Rencananya uang itu akan disalurkan ke panti asuhan anak yatim di seluruh penjuru Kota Surabaya. 

Tersangka adalah Muhammad Anis, warga Mojowarno, Jombang yang tinggal di Jalan Sidosermo Indah. Akibat ulahnya mencuri uang yayasan, kini dia mendekam di sel jeruji besi Mapolsek Wonocolo. 

Pembobolan itu dilakukan tersangka Minggu (17/12) pukul 18.00. Awalnya pada hari Jumat (15/12), tersangka ikut datang ke yayasan tersebut. Dia juga membantu menghitung uang umat yang akan disalurkan. 

Dari situ niat jahat tersangka timbul. Usai menghitung uang, dia langsung meminjam kunci ke pengurus yayasan. Tak tahunya kunci ruangan yang digunakan untuk menyimpan uang ratusan juta itu digandakan oleh pelaku. 

“Setelah kunci diduplikat, pelaku langsung beraksi Minggu (17/12) pukul 18.00,” kata Kapolsek Wonocolo Kompol Budi Nurthahjo, Rabu (20/12). 

Sebelum beraksi, tersangka sudah merencanakan dengan matang. Mulai dari menduplikasi kunci pintu yayasan, meminjam mobil dan membeli gerinda. “Tersangka beraksi sendirian malam itu. Mobil diparkir di depan yayasan dan tersangka masuk ke gerbang yang tidak dikunci,” ungkapnya. 

Karena kondisi sepi, pelaku langsung masuk ruangan menggunakan kunci pintu duplikat. Dari dalam ruangan, brankas yang berisi uang ratusan juta itu langsung diambil dan dimasukkan ke dalam mobil. Namun saat itu tersangka tidak langsung membawa brankas ke Jombang. 

Brankas terlebih dahulu disimpan di dalam mobil yang di parkir di depan tempat tinggal pelaku. Kemudian Senin siang (18/12) tersangka langsung membawa brankas itu ke rumahnya di Desa Gondek, Mojowarno, Jombang.

“Korban pengurus yayasan baru tahu kalau brankas dibobol maling Senin pagi (18/12) pukul 09.00,” ujar perwira menengah dengan satu melati di pundaknya itu. 

Melihat hal itu sontak korban pengurus yayasan langsung melaporkan kasus itu ke Mapolsek Wonocolo.

Mendapat laporan itu, Tim Anti Bandit Polsek Wonocolo yang dipimpin Ipda Mudjiani melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi.

“Selain itu, kami periksa rekaman CCTV yayasan. Dari sana kami bisa mengantongi ciri-ciri pelaku,” lanjutnya. 

Kanit Reskrim Polsek Wonocolo Ipda Mudjiani mengungkapkan setelah mempelajari CCTV,pihaknya menangkap pelaku. “Kami langsung datangi tempat tinggal pelaku sekitar pukul 21.30. Kemudian langsung kami bekuk,” ujar Mudjiani. 

Polisi juga mengamankan uang yang sudah dibungkus amplop dan dibendel senilai Rp 277 juta. 

Tersangka mengaku nekat melakukan pembobolan itu karena untuk membayar utang. “Saya punya utang kepada seseorang. Maka saya nekat mencuri uang itu,” aku Anis lulusan S1 PTN di kawasan Surabaya Selatan itu. 

Tersangka mengaku belum sempat memakai uang tersebut.

Dari tangan tersangka polisi menyita sebuah brankas, uang Rp 277 juta, materai 6000 sebanyak 100 lembar, satu unit gerinda dan  satu unit mobil Toyota Avanza hitam dengan nopol L 1703 IR. 

“Tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun kurungan penjara,” tandasnya.(rus/no)

(sb/rus/jay/JPR)