Sepanjang Seri 1 (Semarang) dan 2 (Sleman), Doni Tata masih cukup superior bagi para rivalnya. Dari dua kelas utama yang dilombakan, yakni FFA 250 dan FFA 450, mantan pembalap MotoGP ini masih nangkring di posisi puncak. Doni mengemas 97 poin di kelas FFA 250 dan 92 poin di kelas FFA 450.

Menariknya, dua seri awal hanya dimonopoli tiga pembalap saja. Salah satunya rider tuan rumah Ivan Harry. Pemilik nomor start 33 ini nangkring di posisi ketiga kelas FFA 250. Tertinggal 21 poin dari Doni Tata. Sementara di kelas FFA 450, Harry di posisi kedua. Hanya berjarak 8 poin saja dari pemuncak.

Tampil di depan publik sendiri jadi motivasi bagi Harry untuk mematahkan dominasi Doni Tata. Sayangnya, lintasan aspal sering jadi handicap bagi Harry yang terbiasa tampil di tanah (motocross dan powercross).

”Kali ini di Solo, sebisa mungkin harus berusaha untuk menang. Tapi memang Doni Tata lawan yang sulit dikalahkan. Dia sudah terbiasa main di aspal,” kata Harry kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (5/7).

Tapi, jangan lupakan juga peran Tommy Salim. Adik pembalap internasional Gerry Salim ini juga tampil ciamik di dua seri awal. Pembalap asal Surabaya, Jawa Timur ini ikut dalam tiga besar persaingan Trial Game Asphalt 2018. Dia menduduki posisi kedua kelas FFA 250 dan ketiga di FFA 450.

Sementara itu, karakteristik Sirkuit Stadion Manahan berbeda dengan dua seri sebelumnya yang cenderung high speed. Di Manahan, para rider bakal dihadapkan dengan track yang cukup bervariasi. Dengan panjang lintasan 850 meter dan lebar 7-10 meter, sirkuit ini dilengkapi 9 hingga 10 tikungan. Plus 1 tikungan chicane.

”Di Manahan memang tidak seluas Mijen (Semaran) atau Maguwoharjo (Sleman). Kami maksimalkan lintasan yang ada dan lebih bervariasi,” papar Jim Sudaryanto, pimpinan perlombaan Trial Game Asphalt 2018.

Jika di Mijen dan Maguwoharjo power kuda pacu jadi factor penentu, di Manahan nanti menuntut skill tingkat tinggi para rider. Berbeda dengan Special Series Trial Game Asphalt tahun lalu, kali ini arah balapan berlawanan dengan jarum jam.

Doni Tata sendiri mengaku siap meladeni perlawanan para rival. Untuk menjaga hegemoninya di dua seri awal. Kendati dia pernah punya kenangan buruk, mengalami accident di Spesial Series tahun lalu.

”Persiapan oke. Motor juga tidak ada kendala. Optimistis bisa menang dong. Semoga bisa mendapatkan hasil maksimal di Solo,” beber Doni Tata.

(rs/fer/fer/JPR)