Warga Kelurahan Klangon Kota Bojonegoro, Miko mengungkapkan, dirinya usai membeli beras dari kios prancangan.

Dia kaget karena harga beras masih Rp 12.000 per kg. Padahal biasanya, dia membeli Rp 10.000 per kg.

”Sudah dua minggu ini harganya terus naik,’’katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin. 

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perdagangan dan Pasar Agus Hariana mengungkapkan, harga beras saat ini memang sedang tinggi.

Per kilogramnya  mencapai Rp 10 ribu lebih. Kondisi itu diperkirakan akan terus berlangsung hingga musim panen terjadi.

”Perkiraan kami dua minggu lagi sudah panen padi. Jadi, harganya akan turun,” jelas kemarin.

Naiknya harga beras tersebut membuat masyarakat resah. Sebab, beras merupakan kebutuhan pokok warga Bojonegoro.

”Karena itu perlu dilakukan OP (operasi pasar) untuk menstabilkan harga,” jelasnya.

Saat ini harga beras medium di pasaran menembus angka Rp 10.500 hingga Rp 13.000 per kg.

Harga itu bisa terus mengalami kenaikkan jika tidak distabilkan oleh pemerintah. 

Menurut dia, kondisi tersebut akan berakhir jika masa panen padi berlangsung. Menurutnya, di Bojonegoro akan terjadi masa panen raya akhir Januari mendatang.

Sebab, masa tanam sudah terjadi sejak November lalu. ”Kalau tidak akhir Januari ya awal Februari sudah panen,” jelasnya.

Mahalnya harga beras di Bojonegoro karena pasokan beras di petani saat ini menipis.

Sebab, tidak banyaknya petani yang panen. Kondisi itu diperparah dengan banyaknya tengkulak dari daerah lain yang membeli gabah milik petani di Bojonegoro.

Agus menambahkan, OP yang dilakukan saat ini hanya beras. Namun, pihaknya juga akan menambah beberapa kebutuhan pokok lainnya, seperti gula dan minyak.

”Selain di pasara, OP juga akan dilakukan di kantor Dinas Perdagangan. Kami bekerjasama dengan Bulog,” jelasnya.  

Wakil Kepala Sub Divre III Bulog Bojonegoro Edi Kusuma menjelaskan, OP yang dilaksanakan Bulog berlangsung lebih lama. Yaitu hingga akhir Maret mendatang.

”Stok yang kami siapkan adalah 3.000 ton beras,” jelasnya.

Edy menjelaskan, OP tersebut menjual beras dengan harga sesuai HET, yaitu Rp 9.450 per kg untuk beras medium.

Sebab, di pasaran harga beras sudah mencapai Rp 10 ribu lebih. ”Kita lakukan OP di sejumlah titik. Terutama di pasar-pasar,” jelasnya.

Sejauh ini, lanjut dia, OP yang dilakukan memang belum bisa menurunkan harga.

Namun, OP tersebut membuat harga tidak terus naik. Namun, dia optimistis harga beras tersebut akan berangsung turun dalam waktu dekat.

”Selain karena panen raya juga karena OP yang terus kami lakukan,” pungkasnya.

(bj/cho/zim/nas/bet/JPR)

Source link