PANGGUNGREJO – Belum terserapnya Bosda untuk pendidikan SMA/SMK di Kota Pasuruan tidak lantas membuat Pemkot pasrah. Pemkot memastikan akan tetap mengalokasikan anggaran Bosda tahun depan. Besarannya sama dengan tahun ini.

Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) Kota Pasuruan, Boedi Widayat mengungkapkan Pemkot kembali mengalokasikan Bosda untuk SMA/SMK untuk tahun 2018. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 10 miliar.

Ia menyebut sejauh ini, anggaran Bosda untuk tahun 2017 belum terserap. Namun, pihaknya tetap menjalin komunikasi agar Bosda dapat dicairkan. Tujuannya, agar pelaksanaan pendidikan 12 tahun tetap terlaksana.

“Memang, anggaran tahun ini sampai saat ini belum terserap. Namun, kami tetap mengalokasikan Bosda tahun depan. Ini untuk menjadi pendidikan di Kota Pasuruan. Sejauh ini, komunikasi tetap intens dengan pemprov agar Bosda ini cair,” jelas Boedi.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Pasuruan, Wasis membenarkan adanya alokasi Bosda untuk tahun depan. Rinciannya, untuk SMA swasta Rp 486.864.000, untuk SMK swasta Rp 2.400.096.000 dan untuk MA swasta Rp 108.192.000.

Lalu, untuk SMA negeri Rp 3.052.096.000, untuk SMK negeri Rp 2.093.504.000, serta untuk membiayai TKLB, SDLB, SMPLB dan SMALB sebesar Rp 230.240.000. Dan, kesejahteraan guru tidak tetap (GTT) di Kota Pasuruan Rp 1.630.800.000.

Menurutnya, sampai saat ini, siswa SMA/SMK di Kota Pasuruan masih tidak ditarik SPP. Namun, pihaknya tetap mengupayakan adanya Bosda agar sewaktu-waktu Pemprov menariknya, Pemkot bisa tetap menjamin.

“Sejauh ini, siswa tidak ditarik SPP. Namun, ini kan bisa saja berubah sewaktu-waktu. Inilah yang kami khawatirkan. Makanya, kami tetap menyiapkan Bosda dan berharap bisa dicairkan. Jadi pendidikan lebih terjamin,”ungkap Wasis.

Source link