BANGIL – Diduga akibat kurang berhati-hati saat menyeberang perlintasan kereta api, di Desa Raci, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, seorang wanita asal Desa Pandean, Kecamatan Rembang, tertabrak kereta api yang melintas, Sabtu (20/1). Korban yang bernama Sulaimah, 37, itu tewas seketika.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, peristiwa itu terjadi pukul 10.05. Korban kemudian melintas melewati rel. Namun, korban rupanya tak mendengar bunyi klakson. Tak ayal, korban pun tertabrak KA Mutiara Timur nomor lokomotif CC2039802 jurusan Surabaya-Banyuwangi. Tepatnya di KM 52.

“Padahal, kereta api sudah sempat membunyikan klakson. Namun, entah karena kurang konsentrasi atau apa, sehingga ia tak tertabrak,” jelas Kanit Reskrim Polsek Bangil, Iptu Kuncoro.

Korban langsung terlempar sejauh 15 meter ke sisi utara. Korban tewas di TKP, dengan kondisi kedua kaki patah dan kepala pecah. Jenazah korban, langsung dibawa ke ruang jenazah RSUD Bangil.

Dugaan sementara polisi, korban diduga kurang hati-hati dan kurang konsentrasi saat akan menyeberang. “Terkait apakah bunuh diri, masih akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun, korban memiliki penyakit lambung yang sudah diderita lama. Tapi dari penuturan keluarga, korban akan mencoba pengobatan alternatif,” ujarnya.

Sulaimah sendiri sebelumnya bersama suami sedang berkunjung ke rumah sepupunya yang bernama Sanusi, di Desa Raci, Bangil, sekitar pukul 09.00. Jarak rumah kerabatnya dengan TKP, sekitar 150 meter. Tak lama kemudian, suaminya izin keluar rumah untuk membeli telur. Sulaimah diduga hendak menyusul suaminya. Namun, ia tidak izin terlebih dahulu pada saudaranya.

Melihat Sulaimah tak ada di rumah, keluarga korban sempat mencarinya. Namun, keluarga korban justri mendapati Sulaimah tewas. “Karena meninggal di TKP, kami bawa ke RSUD Bangil. Baru setelah itu dibawa ke rumah duka,” jelasnya.

Source link