LEBIH BAIK: Seorang perangkat Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura, melintas di salah satu jalan desa yang rampung dirabat.
(Mukhamad Rosyidi/Radar Bromo)

PERBAIKAN infrastruktur jalan menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Sebab, infrastruktur jalan yang baik dapat mendongkrak perekonomian warga.

Kepala Desa Ngepung Cemplon mengatakan, tahun ini ada dua jalan yang diperbaiki. Yakni, jalan di Dusun Krajan dan jalan di Dusun Petungsari. Dua jalan di dua lokasi berbeda itu diperbaiki dengan cara berbeda. Jalan di Dusun Petungsari diaspal dan jalan di Dusun Krajan dirabat beton. “Jalan yang di Dusun Krajan sudah selesai diperbaiki. Sedangkan, yang di Dusun Petungsari masih menunggu dana selanjutnya cair dulu,” ujarnya.

Selain perbaikan jalan, tahun ini pemerintah desa juga membangun gedung Polindes di Dusun Krajan, kolam pancing, dan rumah tidak layak huni (RTLH), plus dua unit jamban. “Demi kesejahteraan warga, semua kami bangun. Tapi, yang kami utamakan masih tetap pembangunan jalan. Mulai dari pertama turunnya dana desa pada 2015, masih terus kami genjot perbaikan jalan,” ujarnya.

Menurutnya, sejak mendapatkan kucuran dana desa mulai 2015, sampai tahun ini pengerjaan perbaikan jalan di desanya masih sekitar 60 persen. Namun, ia mengaku akan menyelesaikan perbaikan semua jalan itu. Sehingga, ketika pihaknya tak lagi menjadi kepala desa, semua jalan di desanya sudah bagus. “Yang telah kami perbaiki sekitar 60 persen. Sisanya akan dituntaskan sampai masa jabatan saya berakhir,” ujarnya.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan anggaran desa, Cemplon mengaku, memasang reklame berisi pendapatan dan pengeluaran anggaran pendapatan desa. Ini, juga diharapkan menjadi pelajaran dan transparansi kepada masyarakatnya. “Yang pasti biar masyarakat tahu, bahwa uangnya memang digunakan untuk pembangunan,” ujarnya.

Tuntaskan Kesulitan Air Bersih

Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, sempat mengalami kesulitan air bersih. Lokasi desa yang berada di kaki Gunung Bromo, membuat desa ini kesulitan mendapatkan sumber air. Karenanya, tahun kemarin pemerintah desa melakukan program pipanisasi air bersih.

Kepala Desa Ngepung Cemplon mengatakan, program pipanisasi air bersih yang dilakukan pihaknya telah sukses. Itu, terbukti dengan air yang mengalir deras di setiap rumah warga. “Saat ini Alhamdulillah sudah tidak mengalami kesulitan air bersih lagi. Saat ini air bisa mengalir lancar sampai ke rumah penduduk. Itu, berkat program pipanisasi yang kami lakukan tahun lalu,” ujarnya.

Air yang kini mengalir ke rumah-rumah warga itu berasal dari mata air Umbulan di Desa/Kecamatan Sukapura. Agar air bersih sampai ke rumah-rumah warga, pemerintah desa perlu menyambung pipa sepanjang sekitar 3 kilometer. “Panjang sekali memang untuk penyambungan pipanya. Tapi, itu tidak masalah. Yang penting rakyat kami sudah tidak kesulitan air bersih lagi,” ujarnya.

Pada tahun yang sama, Pemerintah Desa Ngepung juga mengaspal jalan sepanjang 1 kilometer. Serta, merabat tiga jalan dan membangun tembok penahan tanah (TPT). Sejumlah rumah warga yang tidak layak huni juga diperbaiki. “Adanya dana desa yang pasti sangat membantu. Ini, telah kami rasakan sendiri bersama masyarakat. Selain itu, dana itukan uang rakyat, ya harus kembali kepada rakyat,” ujarnya.

BUMDes Kelola Sektor Peternakan

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura, telah berdiri sejak 2017. Pertama kali berdiri, dana BUMDes digunakan untuk menyuplai pembelian watermeter air. Tahu ini, BUMDes berencana mengelola peternakan.

Kelapa Desa Ngepung Cemplon mengatakan, untuk mengurangi pengangguran, pihaknya akan memanfaatkan dana BUMDes untuk membuka unit usaha peternakan. Melalui usaha ini, pihaknya akan membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Di desa sebenarnya masih ada warga yang menganggur. Tapi, jumlahnya tidak banyak. Namun, warga yang menganggur itu kan butuh pendapatan. Untuk itu, melalui BUMDes akan kami bentuk usaha peternakan,” ujarnya saat ditemui di kantornya.

Cemplon mengatakan, selain untuk memberikan pekerjaan kepada warga, itu juga untuk mengajari mereka cara berwirausaha. Sehingga, nantinya tidak tergantung dengan pengusaha dari luar daerah. Namun, lebih mengutamakan potensi dirinya sendiri.

“Sekalian kami mengajari mereka untuk berwirausaha. Kan enak sekali dayung dua pulau terlampaui. Sekali memberikan lapangan pekerjaan juga untuk mengambil ilmunya,” ujarnya.

Menurutnya, untuk kali pertama nanti sistem pembagian yang akan digunakan 70-30 persen. Yakni, 70 persen untuk warga yang menjaga peternakan dan 30 persen untuk kas desa. Dengan begitu, akan saling menguntungkan. “Jika berkembang akan kami kembangkan lebih banyak lagi,” ujar Cemplon.

Pendapatan
Dana desa Rp 950.559.000
Bagi hasil pajak Rp 26.292.000
Alokasi dana desa Rp 347.966.100

Pengeluaran
Penyelenggaraan pemerintahan Rp 295.530.516
Pembangunan desa Rp 821.473.996
Pembinaan kemasyarakatan Rp 11.940.000
Pemberdayaan masyarakat Rp 200.487.004
Tidak terduga Rp 5.709.675
Total Rp 1.308.476.200

LANCAR: Salah seorang perangkat Desa Ngepung, memanfaatkan aliran air bersih yang makin mudah didapatkan.
(Mukhamad Rosyidi/Radar Bromo)

(br/sid/mie/mie/JPR)

Source link