Meski begitu, tim pemenangan KIP-Emil menyebutkan menang mutlak, sedangkan tim pemenangan kubu Gus Ipul- Puti pilih menunggu hasil real qount.

Ketua KPU Trenggalek Suripto mengatakan, sementara ini pihaknya belum bisa memberikan informasi mengenai hasil penghitungan suara.

Grafis Pilgub di Trenggalek
(Alwik Ruslianto/RATU)

Pihaknya hanya menyebut bahwa pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di tingkat TPS berjalan dengan lancar. Bahkan, dari hasil sampling di beberapa TPS, diketahui proses penghitungan rampung sekitar pukul 15.00 WIB.

Dia menjelaskan, kotak suara yang berisi berita acara tentang hasil penghitungan termasuk surat suara, akan dikompilasi di tingkat PPS. Kemudian, PPS tidak akan melakukan proses rekapitulasi. Hingga kemarin, kotak suara tersebut akan diteruskan ke PPK di tingkat kecamatan.

“PPK akan melakukan rekapitulasi dari seluruh TPS di tingkat desa atau kelurahan mulai besok sampai tangal 4 Juli. Nah, KPU tanggal 4 hingga 6 Juli ini akan melakukan rekapituasi di tingkat kabupaten,” katanya.

Dia menambahkan, hak memilih merupakan hak bagi masyarakat. Pihaknya mengklaim telah berupaya agar hak-hak tersebut terpenuhi, tak terkecuali bagi mereka yang kini menjadi warga binaan maupun yang sedang dalam kondisi sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Kendati begitu, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Misalnya pasien atau keluarga yang menunggu di rumah sakit, harus membawa formulir A5 untuk pindah lokasi menggunakan hak pilih.

“Kita sudah koordinasi dengan pihak rumah sakit hingga klinik yang melayani rawat inap untuk mengurus hak pilih. Kalau mereka tidak mengurus A5 mereka, ya tidak bisa,” ungkapnya.

Dari informasi yang diterima Koran ini, terdapat sekitar 51 pasien rawat inap RSUD dr Soedomo yang kemungkinan tidak menggunakan hak pilih lantaran tidak bisa mengurus A5.

Adapun terkait dengan mereka yang tidak memiliki hak pilih lantaran tidak masuk dalam database kependudukan, pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak lantaran salah satu syarat untuk memiliki hak pilih adalah tercatat atau melakukan perekaman KTP elektronik (e-KTP).

Disinggung mengenai persentase golput di Kota Keripik Tempe, Suripto kembali mengungkapkan bahwa belum bisa berbicara mengenai hasil dalam proses pemungutan suara. Karena saat ini masih dalam proses di TPS, di sisi lain pihaknya juga tidak menggelar quick count, melainkan real count. Proses real count ini membutuhkan waktu yang cukup lama lantaran harus menunggu C1 atau data riil dari TPS.

“Nanti akan kita lakukan scanning dari formulir C1 dan pindai menggunakan aplikasi sehingga siapa pun bisa melihat hasil penghitungan suara,” katanya.

Dalam pilkada Jatim ini, setidaknya ada lebih dari 20 orang warga binaan yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena belum melakukan perekaman e-KTP.

“Jumlah warga binaan kita ada 207 orang. Yang terdaftar dalam DPT sebanyak 180 orang, ditambah empat orang petugas lapas, totalnya ada 184 suara di TPS 8 Desa Ngares,” ujar Dadang Sudrajat, Kepala Rutan Kelas IIB Trenggalek. (hai/ed/tri)

Kemenangan Berkisar di Angka 69 Persen

*Klaim Hasil Quick Count Tim Pemenangan KIP-Emil

Partai pengusung Khofifah Indar Parawansa (KIP)–Emil Dardak mengklaim meraih suara terbanyak dalam pilkada Jatim untuk wilayah Trenggalek. Itu diketahui dari hasil hitung cepat (quick count, Red) yang dilakukan di internal tim pemenangan.

“Insyaallah dari hasil quick count laporan dari saksi di TPS, kami menang. Meskipun kami juga masih menunggu formulir C1 dari saksi-saksi di TPS tersebut,” kata Mugianto, ketua tim pemenangan KIP-Emil di Trenggalek.

Pihaknya mengungkapkan, hasil quick count tersebut menunjukkan angka yang cukup memuaskan, yakni berkisar di angka 69 persen kemenangan. Kemenangan tersebut menyebar atau menyeluruh di tingkat kecamatan.

“Kami sampaikan terima kasih kepada kader maupun relawan, simpatisan, dan masyarakat yang bersama-sama menciptakan suasana pilkada yang kondusif dan berhasil menangkan paslon nomor urut 1,” katanya.

Sementara itu, dari tim pemenangan Gus Ipul–Puti, belum diketahui hasil quick count yang dilakukan di internal tim dan memilih untuk menunggu hasil real count dari penyelenggara pemilu.

“Sementara ini masih belum diketahui. Ini tadi saya koordinasi masih dikumpulkan di tingkat kecamatan. Itu saja masih belum selesai,” kata Kholik, Ketua DPC PKB Trenggalek, kemarin (27/6).

Pihaknya juga enggan berspekulasi terkait hasil penghitungan atau perolehan suara paslon yang diusung, meskipun dari tim lawan menyebutkan sudah memiliki hasil perolehan suara dalam pikada ini. Di sisi lain, formulir C1 dari saksi-saksi nanti akan dikirimkan langsung kepada tim pemenangan.

“Karena belum masuk, bagaimana lagi? Spekulasi nunggu real count saja,” imbuhnya. (hai/ed/tri)

(rt/lai/ang/JPR)