Tak pelak hal ini membutuhkan pengamanan dan pengawasan yang ketat, lantaran beberapa di antaranya daerah tersebut merupakan lokasi yang sama.

Informasi yang berhasil dihimpun Koran ini, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kota Keripik Tempe 576. 560 jiwa. Jika mengacu pengalaman penyelenggaraan pemilihan umum di tahun-tahun sebelumnya, tingkat kehadiran atau partisipasi pemilih berkisar di angka 70 persen alias sekitar 400 ribuan orang saja yang kemungkinan menggunakan hak suaranya dalam pilkada Jatim tahun ini.

Doding Rahmadi Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek mengaku partainya telah melakukan survey terkait pilkada Jatim, khusus untuk wilayah trenggalek. Hasil survey tersebut cukup positif. Calon yang diusungnya (Gus Ipul-Puti)  bakal memperoleh suara sekitar 56 persen dalam Pikada Jatim ini.

“ Di Trenggalek memang bersaing ketat, mudah-mudahan bisa 56 sampai 59 persen,” katanya kepada Koran ini, kemarin (25/6).

Menurut dia, hasil survey tersebut cukup realistis. Mengingat, calon yang diusungnya didukung oleh elemen nahdiyin dan nasionalis yang kini tersebar menyeluruh di Bumi Menaksopal.

Kendati demikian, diakuinya tidak semua wilayah atau kecamatan mampu mendominasi perolehan suara.

Doding menyebut ada delapan daerah yang kemungkinan besar menjadi lumbung suara untuk Gus Ipul-Puti. Meliputi, Kecamatan Panggul, Dongko, Gandusari, Munjungan, Tugu, Karangan, Pogalan, dan Kecamatan Kampak.

“Daerah kota tidak masuk,” katanya.

Untuk mengamankan suara, pihaknya mengaku menyiapkan kader dan simpatisan untuk melakukan pengawasan 24 jam.

Di lokasi terpisah, Mugianto Ketua Tim Pemenangan Pasangan Khofifah- Emil (KIP-Emil) Trenggalek mengungkapkan pendapat berbeda. Pihaknya optimistis calon yang diusungnya mampu memperoleh suara sekitar 57 persen di Kota Keripik Tempe. Pendapat tersebut merupakan asumsi dari hasil survey internal serta koordinasi dan komunikasi dengan tim di lapangan.

“ 57 persen banding 43 persen lah, itu keyakinan kami dari komunikasi dan survey internal,” katanya.

Pihaknya juga terlihat percaya diri dengan menetapkan keunggulan tersebut bakal terjadi di semua wilayah Kota Keripik Tempe. Hanya, ada beberapa daerah yang menurut dia  mampu mendulang suara secara signifikan. Seperti di Kecamatan Munjungan, Panggul, Trenggalek, Bedungan, Pogalan, Durenan, dan Tugu.

Senada dengan Doding, pihaknya juga mengintruksikan kepada kader untuk menggelar pengamanan dengan ronda malam, menjaga pos-pos strategis baik di tingkat kecamatan maupun desa. Ini mengantisipasi gerakan atau kecurangan yang memicu pelanggaran dalam pilkada Jatim ini.

“ Itu untuk mengantisipasi kecuarangan yang mungkin dilakukan saat malam hari,” terangnya.

Nurhuda seorang komisioner KPU Trenggalek mengatakan, ada beberapa factor yang menjadi pemicu ketidak hadiran pemilih dalam pilkada Jatim ini. Di antaranya perantauan atau pemilik hak suara yang kini berada di luar daerah dan mereka yang sakit dan tidak mengupayakan mendapatkan dokumen A5 atau pindah lokasi pencoblosan. 

“ Selain itu juga dipengaruhi oleh jumlah orang meninggal dan pemilih baru yang belum masuk data coklit,” katanya.

KPU berharap tingkat kehadiran atau partisipasi dalam pemilihan ini bisa tembus 100 persen kendati begitu, jika mengacu pada pengalaman pemilihan umum sebelumnya, tingkat kehadiran pemilih hanya berkisar di angka 60 persen sampai 70 persen.

“ Hanya Pilbup 2015 lalu yang tingkat kehadirannya sampai 75 persen,” terangnya. (hai/and)

(rt/lai/ang/JPR)