Ketua Komisi III DPRD Sampang Moh. Nasir mengungkapkan, beberapa waktu yang lalu pihaknya melakukan inspeksi mendadak (sidak). Saat itu, masa pekerjaan kurang lebih 45 hari. Pihaknya menekankan kepada pelaksana atau pekerja supaya dikerjakan sesuai rencana anggaran biaya (RAB). Selain itu, deadline dalam kontrak harus diperhatikan.

”Deadline tersisa sembilan hari. Banyak kegiatan DAK penugasan yang belum seratus persen,” katanya Minggu (17/6).

Bahkan, pihaknya mengaku khawatir pekerjaannya yang belum sampai 100 persen akan melewati deadline. Dengan demikian, pelaksana harus membayar denda keterlambatan. ”Cepat dikerjakan dan diselesaikan sesuai deadline dalam kontrak,” pintanya.

Tak hanya itu, komisi pembangunan di DPRD Sampang juga menyampaikan, jika ada rekanan atau pelaksana proyek DAK penugasan tak tepat waktu supaya membayar denda. Selain itu, pihaknya juga meminta agar pelaksana tersebut dicoret. ”Kami akan melakukan sidak lagi setelah 10 paket proyek itu tuntas seratus persen,” janjinya.

Sepuluh proyek DAK penugasan 2018 itu antara lain peningkatan struktur jalan Batukarang–Pamolaan. Kegiatan dengan nilai kontrak  Rp 1.468.757.900 ini dikerjakan CV Eka Jaya Perkasa. Kemudian, PT RIS Putra Delta menggarap peningkatan struktur jalan Torjun–Pangarengan dengan kontrak Rp 2.939.631.600.

Selain itu, peningkatan struktur jalan Moktesareh–Rapa Laok digarap PT Duta Ekonomi dengan kontrak Rp 2.947.536.000. Lalu, peningkatan struktur jalan Kotah–Tambelangan senilai Rp 2.899.505.000 dikerjakan PT Amin Jaya Karya Abadi.

Proyek dengan kontrak Rp 1.966.190.000 untuk peningkatan struktur jalan Labang–Labuhan digarap CV Surya Abadi. Sementara peningkatan struktur jalan Jelgung–Robatal dilaksanakan CV Burung Nuri dengan kontrak Rp 1.966.870.000.

Peningkatan struktur jalan Tambelangan–Moktesareh dengan kontrak Rp 4.872.634.000 dilaksanakan PT Karya Mulya Madura. PT Haka Utama Sejahtera mengerjakan peningkatan struktur jalan Rapa Laok–Karang Penang dengan kontrak Rp 4.925.000.000.

Peningkatan struktur jalan Robatal–Karang Penang dengan kontrak Rp 4.848.170.000 dikerjakan PT Rukun Jaya Madura Group. Lalu, peningkatan struktur jalan Gunung Rancak–Tobai Timur digarap Puri Kencana Sakti dengan kontrak Rp 4.914.900.000.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Rehabilitasi Pemeliharaan Jalan Dinas PUPR Sampang A. Zahron Wiami membenarkan ada dua paket dari 10 paket proyek DAK penugasan 2018 masih 80 persen. Sementara delapan lainnya sudah capai 100 persen. Dua paket itu peningkatan struktur jalan Moktesareh–Rapa Laok dan peningkatan struktur jalan Rapa Laok–Karang Penang.

”Jika lebihi deadline bayar denda. Dendanya, lambat satu hari bayar Rp 1 juta jika anggarannya Rp 1 miliar,” terangnya.

Namun, pihaknya akan mendorong pelaksana supaya menyelesaikan tanggung jawabnya sesuai kontrak. Jika dikerjakan, sisa pekerjaan dua paket itu bisa diselesaikan dalam tiga hari. ”Delapan sudah, dua paket belum. Rencananya setelah libur Lebaran ini dikebut,” tandasnya.

(mr/rus/luq/bas/JPR)